Berita Muratara
Kerbau Sering Picu Kecelakaan, Pemudik Lewati Jalinsum Muratara Diminta Waspada
Pemudik yang melewati wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diimbau harus berhati-hati.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Pemudik yang melewati wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diimbau harus berhati-hati.
Pasalnya, di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di daerah ini sering ada hewan ternak kaki empat menghadang jalan.
"Sudah banyak kejadian orang kecelakaan gara-gara kerbau di tengah jalan, jadi harus hati-hati," kata Samsul, warga Rupit pada TribunSumsel.com, Selasa (12/4/2022).
Sebelumnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Muratara, Syamsu Anwar mengatakan sudah sering memperingatkan pemilik hewan ternak yang kerap mengganggu pengguna jalan.
Menurut dia, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Muratara Nomor 11 Tahun 2017 tentang penertiban dan pemeliharaan hewan ternak kaki empat.
Pihaknya selaku penegak Perda terus memberikan sosialisasi kepada pemilik hewan ternak kaki empat agar tidak membiarkan peliharaannya di jalan raya.
"Kita sudah berulang kali mensosialisasikan tentang ini. Memang butuh kesadaran para pemilik hewan ternak. Nanti kami tindak tegas jadi ribut, pemilik hewan tidak senang misalnya," kata dia.
Menurut Syamsu, dalam Perda Nomor 11 Tahun 2017 tersebut sebenarnya ada sanksinya, bahwa apabila pemilik meliarkan hewan ternaknya, maka bisa dikenakan denda.
Pada prinsipnya, kata dia, pemerintah mendukung masyarakat beternak karena bisa meningkatkan penghasilan namun hewan ternak itu harus dikandangkan bukan diliarkan.
"Kami sangat berharap sekali kerjasama para peternak ini. Kalau pun dilepas tolong dijaga agar tidak berkeliaran di jalan raya, karena itu sangat membahayakan, sudah banyak kejadian," katanya.
Baca juga: Hendrik Tersangka Korupsi Dana Hibah Bawaslu Muratara Ditahan, Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit
Salah seorang pemilik hewan ternak kaki empat yang tidak mau namanya ditulis mengungkapkan sebenarnya sudah mengawal ternaknya agar tidak berkeliaran di jalan raya.
"Tapi kadang kita tidak terkawal lagi, kalau makanannya sudah habis dia pasti nyari tempat yang banyak makanan, misalnya menyeberang jalan itu, karena di sananya banyak makanan," katanya.
Ia mengaku tak masalah pemerintah akan memberikan tindakan untuk menegakkan Perda tentang penertiban hewan ternak kaki empat tersebut.
"Tapi harapan kami pemerintah memberikan solusi, tidak hanya melakukan penertiban. Kami sudah sering rapat dipanggil, tapi dari pemerintah belum bisa memberikan solusi," katanya.