Berita PALI

Cerita Amrin, Petani Karet di PALI Saat Ramadan, Harga Turun Pohon Gugur Daun

Petani karet yang ada di PALI kembali harus mengalami masa sulit saat memasuki Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah, Rabu (6/4/2022).

SRIPOKU/REIGAN
Petani karet yang ada di Bumi Serepat Serasan menimbang getah karet hasil sadapannya, Rabu (6/4/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI- Petani karet yang ada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali harus mengalami masa sulit saat memasuki Bulan Suci Ramadan 1443 Hijriah, Rabu (6/4/2022).

Sebab, harga karet hasil sadapannya alami penurunan meski angkanya tidak terlalu jauh, namun sangat berpengaruh pada penghasilan para petani. 

Amrin, salah seorang petani karet asal Desa Karta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, mengaku bahwa harga getah mingguan sejak Senin (4/4/2022) di desanya hanya Rp 10.300 per kilogram, turun dari minggu lalu yang dihargai Rp 10.500 per kilogram. 

"Ditengah melonjaknya harga bahan pangan, justru harga getah karet menurun. Ini sangat menyulitkan kami terlebih saat bulan puasa, kebutuhan hidup bertambah," ungkap Amrin, Rabu (6/4/2022).

Senada Andi, petani lainnya menyatakan bahwa turunnya harga getah diperparah dengan kondisi cuaca yang mulai memasuki musim kemarau. 

"Saat memasuki musim kemarau, daun karet mulai gugur. Tentu saja hal ini  menurunkan produktivitas tanaman karet. Kami berharap pemerintah membantu kami mencari solusi ditengah himpitan ekonomi saat ini," ujarnya. 

Baca juga: Pemkab PALI Kembali Rotasi Jabatan Pimpinan, Dilantik Langsung Wabup Soemarjono

Sementara, Plt Kepala Dinas Pertanian PALI, Ahmad Jhoni mengatakan bahwa petani karet jangan hanya bergantung pada satu komoditi saja. 

Banyak cara dilakukan dalam menambah pendapatan keluarga melalui Sumber daya alam sekitar. 

Dijelaskan, saat waktu senggang, coba bercocok tanam sayuran atau yang lainnya di kebun atau di lahan pekarangan.

Bahkan ada komoditas tanaman lain yang mudah ditanam diantara tanaman karet atau ditumpang sari, salah satunya dengan tanaman talas beneng. 

"Jenis tanaman itu sangat bernilai dan perawatan sangat mudah. Sehingga apabila itu dilakukan selain menghasilkan pendapatan, kebun karet bersih dan tidak mengganggu pencaharian pokok petani," katanya. (SP/REIGAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved