Berita Palembang
Kejar-kejaran Polisi Amankan Belasan Badut Jalanan di Palembang, Sembunyi di Kafe Takut Ditangkap
Aksi kejar-kejaran terjadi saat polisi mengamankan badut jalanan di Palembang ini. Ada yang masuk ke kafe bersembunyi takut ditangkap.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Unit PPA Satreskrim Polrestabes Palembang mengamankan 17 orang badut jalanan dan pengamen yang kerap mangkal di persimpangan jalan-jalan di Kota Palembang, Rabu (16/3/2022) sore.
Lima diantaranya bahkan masih anak-anak yang diajak oleh orangtuanya meminta-minta dengan pakaian badut.
Aksi kejar-kejaran terjadi saat polisi mengamankan badut jalanan di Palembang ini. Ada yang masuk ke kafe bersembunyi takut ditangkap.
Badut jalanan dan pengamen ini dibawa ke Polrestabes Palembang untuk diberikan pembinaan.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, melalui Kanit PPA Iptu Fifin Sumailan mengatakan, pihaknya akan menyelidiki apakah ada unsur eksploitasi anak dalam aktifitasnya.
"Apakah ada unsur eksploitasi anak akan kami dalami dulu, yang jelas mereka diberi pembinaan agar tidak melakukan hal ini lagi, " katanya, Kamis (17/3/2022).
Petugas sampai kewalahan mengejar badut jalanan, bahkan saat pengejaran dilakukan salah satu badut di Simpang Charitas sampai masuk ke sebuah kafe untuk menghindari kejaran petugas.
Belasan badut dan pengamen ini diamankan di Simpang V DPRD Sumsel, Simpang Rumah Susun dekat Sungai Lambidaro, Jl Dr Cipto, Simpang Charitas, dan simpang Fly Over Jakabaring.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pemilik Rumah Makan di Palembang Tewas Tak Wajar, Wajah Penuh Luka Gores dan Memar
Untuk memberikan efek jera Unit PPA berencana akan melakukan patroli dan mengamankan badut-badut yang selalu ada di persimpangan jalan terutama yang membawa anak-anak.
"Untuk memberikan efek jera kami akan terus melakukan hal yang sama, apalagi ini mendekati bulan suci Ramadhan, " katanya.
Salah satu badut yang diamankan bernama Fikri, saat dikejar petugas ia mengaku kaget sehingga terpaksa melarikan diri.
"Tekejut bae pak, itulah aku lari, " katanya.
Ia mengaku sudah sering meminta-minta dan baru kali ini ditangkap.
"Sehari biaso dapat Rp 45 - Rp 50 ribu disitu, " katanya.
Baca berita lainnya langsung dari google news.