Berita OKI

Ketua DPRD OKI Minta Tindakan Intervensi dari Pemerintah Daerah Terkait Kelangkaan Minyak Goreng

Ketua DPRD OKI Abdiyanto Fikri mengatakan harus ada intervensi dari pemerintah terkait kelangkaan minyak goreng.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Ketua DPRD Kabupaten Ogan Komering Ilir, H Abdiyanto Fikri menyatakan harus ada intervensi dari pemerintah terkait kelangkaan minyak goreng. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Sejak pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng pada beberapa waktu lalu, bukan keringanan yang dirasakan masyarakat melainkan masyarakat dihadapkan dengan fenomena kelangkaan minyak goreng.

Bahkan, etalase minyak goreng yang ada di minimarket sering kosong dan hanya terisi minyak kelapa berkualitas premium dengan harga mahal.

Kalau pun pedagang yang menjual, masyarakat harus membayar minyak tersebut dengan harga mahal hingga menyentuh harga Rp 60.000 untuk minyak goreng kemasan 2 liter.

Ketua DPRD kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Abdiyanto Fikri menyatakan sikap terkait kelangkaan minyak goreng di Bumi Bende Seguguk. Dengan tegas ia menyatakan, harus ada intervensi dari pemerintah.

"Dalam hal ini DPRD OKI akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) OKI, mengenai langkah-langkah terbaiknya seperti apa,"

"Seperti akan mengadakan operasi sidak, apakah terjadi penimbunan oleh oknum-oknum nakal atau ada kemacetan proses distribusi minyak goreng dari pusat ke OKI. Itu yang harus kita selidiki," bebernya kepada Tribunsumsel.com, Rabu (2/1/2022) pagi.

Menurut Abdiyanto di dalam dunia bisnis skenario permainan harga biasanya memang dilakukan oleh beberapa oknum demi meraup keuntungan sendiri.

"Yang pasti ini ada skenario dalam dunia bisnis, biasa seperti itu. Makannya harus ada intervensi dari pemerintah untuk membantu meringankan masyarakat dari kelangkaan minyak goreng," katanya.

Ditegaskan Abdiyanto bahwa seluruh stake holder tidak bisa hanya tutup mata terkait masalah tersebut, khususnya pemerintah karena masyarakat akan terbebani.

"Masalah (kelangkaan minyak goreng) ini bukan hanya dirasakan oleh kita yang ada di OKI tapi kita juga sama-sama melihat ini dirasakan di banyak tempat di Indonesia,"

"Bahkan di beberapa wilayah juga ditemukan adanya tindakan penimbunan minyak goreng dalam jumlah besar oleh pengusaha," jelasnya.

Baca juga: PLN Bedah Rencana Program Pengembangan Kampung Edu-Ekowisata Jenggalu Bengkulu

Selain minyak goreng, banyak juga sembako lainnya yang mengalami kenaikan harga hal itu juga yang mendorong pihaknya tergerak harus membantu masyarakat.

"Ini masyarakat sudah dihadapkan dengan dampak ekonomi akibat Covid-19, ditambah dengan kenaikan-kenaikan harga sembako,"

"Jika kelangkaan sembako mulai dirasakan, maka pemerintah harus segera bertindak mengurai masalah tersebut," ungkapnya.

Abdiyanto menyatakan pihaknya akan segera membuat jadwal menemui Disperindag supaya keberadaan minyak goreng di kabupaten OKI kembali normal dan dijual sesuai dengan HET yang telah ditentukan.

"Ya jangankan istri sendiri, tetangga-tetangga saya juga mengeluhkan kelangkaan minyak goreng dan harganya yang mahal,"

"Saya juga kerap dapat SMS aduan dari masyarakat terkait minyak goreng ini," tandasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved