Wanita Tewas Ditabrak Truk di OKI

Kronologis Kecelakaan di Jalintim Tewaskan Wanita Peminta Sumbangan, Truk Salip Kendaraan di Depan

Truk mengambil jalur melebar ke kanan dan menabrak dua orang pejalan kaki yang berada di tengah jalan meminta sumbangan pembangunan masjid.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
Dokumentasi Polisi
Seorang warga tewas tertabrak truk di Desa Muara Burnai 2, Kecamatan Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis (3/2/2022) sore. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Desa Muara Burnai 2, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengakibatkan korban jiwa.

Seorang wanita bernama Sutarti tewas tertabrak truk saat sedang mengumpulkan amal jariyah di Jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera, Kamis (3/2/2022) sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat dikonfirmasi Kasat Lantas Polres OKI AKP Johan Suseno melalui Kanit Laka Ipda Supardjo menyatakan kecelakaan melibatkan sebuah mobil dan dua orang pejalan kaki.

Korban meninggal dunia bernama Sutarti (42)--sebelumnya disebutkan usia 35 tahun) dan korban luka-luka yaitu Ahmad Syamsul (23). Keduanya tercatat merupakan warga Desa Muara Burnai 2.

Mulanya mobil truk Mitsubishi Canter BG 8546 K yang dikendarai Nurhadi (25) melaju dari arah Kayuagung menuju arah Lampung.

"Setiba di TKP hendak berusaha mendahului kendaraan (belum diketahui identitasnya) yang berada searah di depannya,"

"Sehingga mengambil jalur melebar ke kanan dan menabrak dua orang pejalan kaki yang sedang berada di tengah jalan melakukan kegiatan pemungutan sumbangan pembangunan masjid," ujar Ipda Supardjo.

Mendapati hal tersebut, dibantu warga segera membawa kedua korban ke RSUD Kayuagung.

"Keduanya segera dibawa ke RSUD Kayuagung untuk menjalani perawatan," terang dia.

Atas kejadian ini, pengendara dan kendaraan beserta STNK akhirnya diamankan petugas kepolisian.

"Iya sudah kami bawa ke kantor Satpas Polres OKI," tutupnya.

Baca juga: Viral Perempuan Babak Belur Dipukuli Mantan Suami, Korban Cemas Pelaku Belum Tertangkap

Keluarga Tak Henti Menangis

Kecelakaan yang terjadi di Desa Muara Burnai 2, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir mengakibatkan seorang korban jiwa bernama Sutarti (35), Kamis (3/2/022).

Sutarti tewas setelah tertabrak truk saat sedang mengumpulkan amal jariyah di Jalan lintas timur (Jalintim) Sumatera sekira pukul 16.30 WIB.

Mujito kakak kandung korban menyatakan jika jenazah Sutarti telah dimakamkan sejak tadi malam.

"Prosesi pemakaman dilakukan langsung tadi malam jam 12.00 WIB di pemakaman umum Desa," jelasnya melalui telepon, Jumat (4/2/2022) pagi.

Lebih lanjut disampaikan, awal mula mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut dirinya segera mendatangi lokasi kejadian.

"Kebetulan almarhumah itu adik tepat dibawah saya, saya nomor 2 dia nomor 3. Jadi selama ini saya hubungan kami sangat dekat,"

"Kemarin saya baru saja sampai dari Belitang. Langsung denger kabar kalau adek saya kecelakaan. Saat itu juga saya langsung mendatangi lokasi kejadian," ungkapnya.

Saat pertama melihat kondisi tubuh Sutarti (35) sudah tergeletak di pinggir jalan. Ia dan keluarga syok dan tidak henti-hentinya menangis.

"Waktu itu perasaan saya campur aduk dan segera membawanya ke RSUD Kayuagung. Sampai di rumah sakit kami sekeluarga menangis dan suami korban sempat pingsan. Karena kami tidak menyangka orang tercinta telah tiada," ungkapnya.

Baca juga: Banyak Siswa Terindikasi Terpapar Covid-19, Disdik Palembang Kembali Terapkan PTM 50 Persen

Diceritakan keseharian korban memang membantu meminta bantuan sumbangan untuk pembangunan masjid.

"Terkadang dia mendapat bagian meminta sumbangan di jalan ataupun kadang meminta bantuan di pasar Jahe,"

"Sedangkan suaminya buruh lepas manen sawit dan buruh bangunan. Dia punya 2 anak cewek semua, satu masih sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan satu sudah tamat Madrasah Aliyah (MA)," beber Mujito.

Dengan adanya peristiwa itu, Mujito berharap permasalahan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

"Katanya supir sudah dibawa ke kantor polisi. Terpenting ada perdamaian antara keluarga dan diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved