Imlek 2573
Penjelasan Ilmiah Kenapa Imlek Identik Dengan Hujan Cerita Legenda Dibaliknya Terungkap, Keberkahaan
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjawab mengenai mengapa Imlek identik dengan hujan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Warga Tionghoa di Indonesia tengah merayakan Imlek.
Sejumlah tradisi unik selalu terjadi pada perayaan ini.
Namun yang paling menarik tentu saja ialah dengan hujan.
Dari tahun ke tahun, perayaan Imlek selalu identik dengan turun hujan.
Hujan saat Imlek dipercaya mengandung keberkahan dan rezeki.
Sebetulnya ada penjelasan ilmiah kenapa Imlek selalu identik dengan hujan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjawab mengenai mengapa Imlek identik dengan hujan.
Ia mengatakan, Imlek selama ini selalu jatuh pada Januari hingga Februari. Bulan-bulan tersebut adalah bulan musim hujan.
"Demikian pada 2022, Hari Raya Imlek 2573 Kongzili jatuh pada 1 Februari 2022, yang notabene merupakan musim hujan," ujar Guswanto,, Jumat (28/1/2022).
Tetapi selain alasan cuaca, Imlek identik dengan hujan juga memiliki filosofi tersendiri bagi orang Tionghoa.
Sebagaimana hal itu diungkapkan oleh Dosen Jurusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmi Prihantoro.
Menurut Fahmi, masyarakat China meyakini bahwa hujan merupakan tanda keberkahan.
“Dari sisi filososif sebenarnya hujan membawa keberkahan, sehingga kadang-kadang hujan itu justru ditunggu. Jadi, ketika Imlek kemudian hujan, itu mereka merasa berkahnya turun. Ada semacam kebahagiaan,” tuturnya dilansir TribunSolo.com dari artikel Kompas.com.
Senada, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia Provinsi DKI Jakarta Glenn Wijaya mengatakan, hujan merupakan simbol keberuntungan.
Hujan saat perayaan Tahun Baru Imlek menjadi pertanda baik.