Berita OKU Timur

Banyak Anak Main HP, Penjual Mainan Tradisional di OKU Timur Tak Menyerah

Lihin (50) Warga Tanjung Kemalo, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur menggantungkan penghasilan dari berjualan mainan tradisional

Penulis: Edo Pramadi | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDO
Lihin (50) penjual mainan tradisional saat memegang kincir angin dan mainan ayam dorong saat ditemui di depan sebuah minimarket di Jalan Merdeka Martapura, Kabupaten OKU Timur, Selasa (18/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -Menggantungkan hidup dengan menjual mainan tradisional, itulah yang dilakukan oleh pria usia 50 tahun bernama Lihin.

Warga Tanjung Kemalo, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur itu sudah enam tahun berprofesi sebagai penjual mainan tradisional.

Mainan yang ia jual berupa kincir angin dan mainan ayam dorong.

Seperti yang diketahui di masa sekarang ini sudah jarang ditemui anak-anak yang masih bermain dengan mainan tradisional, mereka cenderung menyukai game melalui Hp.

Itu menjadi tantangan tersendiri untuk seorang Lihin yang masih menggantungkan hidup sebagai penjual mainan tradisional.

Saat ditemui Tribun Sumsel di Jalan Merdeka Martapura, ia mengatakan bahwa ia tinggal bersama satu anak dan istrinya.

Anaknya kelas enam SD sedangkan istrinya hanya ibu rumah tangga.

Lihin biasa menjual daganganya di Kalangan, Pasar Martapura, dan daerah Sukaraja.

"Kalau sekitar sini (Martapura) saya jalan kaki, tapi kalau di Sukaraja saya nebeng mobil kawan saya sesama pedagang," ujar Lihin, Selasa (18/1/2022).

Ia biasa mulai menjual mainan sejak pagi hingga menjelang maghrib.

"Tapi akhir-akhir ini sering hujan, jadi siang saya pulang ke rumah dan sore baru keluar lagi," bebernya.

Mengenai hasil penjualan paling laku ia bisa menghabiskan hingga 25 mainan.

"Kincir angin itu harganya Rp 10 ribu, kalau ayam dorong Rp 20-25 ribu. Tidak tentu lakunya perhari kadang naik kadang turun, kadang dapat hasil kadang tidak ada hasil," ujarnya.

Baca juga: Hendak Kabur Remaja 18 Tahun Pelaku Curanmor di OKU Timur Lempar Batu k e Polisi, Kakinya Ditembak

Meskipun demikian ia tak menyerah dan masih bersyukur karena bisa menghidupi istri dan membiayai anaknya sekolah.

"Alhamdulillah," tutupnya.
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved