Breaking News:

Istri Labrak Oknum Polisi Muratara

Oknum Polisi Digerebek Istri Sah Saat Bersama Wanita Selingkuhan, Ini Sanksi dari Polres Muratara

Brigpol SJ dan wanita yang diduga selingkuhannya berinisial DL sudah dimintai keterangan oleh Propam Polres Muratara.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Oknum anggota Polres Musi Rawas Utara (Muratara), Brigpol SJ (33) yang digerebek istri sahnya saat bersama wanita lain yang diduga selingkuhannya, kini diamankan.

Brigpol SJ dan wanita yang diduga selingkuhannya berinisial DL sudah dimintai keterangan oleh Propam Polres Muratara.

"Sekarang SJ kita amankan di Polres Muratara. Paling kita proses soal disiplinnya. Kalau memang ada pidananya kita arahkan istrinya melapor ke PPA," kata Kasi Propam Polres Muratara, Ipda Marhan Saputra, Senin (10/1/2022).

Seperti diketahui, Brigpol SJ dan terduga selingkuhannya DL digrebek istri sah SJ, Shelva bersama anak perempuannya yang sudah remaja, serta sejumlah anggota Propam Polres Lubuklinggau.

Mereka digerebek di ruko vape milik oknum polisi tersebut di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau pada Minggu (9/1/2022) dini hari sekira pukul 02.00 WIB.

Kasi Propam Polres Muratara, Ipda Marhan Saputra mengatakan Brigpol SJ yang merupakan anggota di Bagian Sumda ini akan diproses terkait dugaan pelanggaran disiplin.

Marhan sudah menyarankan kepada istri sah Brigpol SJ bila dalam masalah ini ada unsur pidananya, bisa melapor ke Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Sudah kita sampaikan ke istrinya, kalau memang ada pidananya silakan lapor PPA. Kalau kami (Propam) ini masalah disiplinnya saja," ujarnya.

Marhan menjelaskan bila nantinya Brigpol SJ terbukti melakukan tindak pidana dan dipenjara, maka yang bersangkutan bisa dipecat dari kepolisian asalkan hukumannya di atas 4 tahun.

"Kalaupun nanti ada pidananya, dipenjara, (hukumannya) di atas empat tahun, bisa kita pecat, tapi harus ada inkrahnya dulu, ada putusan dari pengadilan. Tidak mudah kita memecat polisi, proses dulu fatal atau tidak kesalahannya," jelas Marhan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved