Breaking News:

Berita Palembang

Cerita Andika Warga Palembang Terima Surat E-Tilang, Gegara Lupa Pakai Sabuk Pengaman

Andika menyebut jika sempat kaget menerima surat tilang yang diterima dari pengantar pos. Kesalahannya lupa pakai sabuk pengaman waktu bawa mobil.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Andika, seorang pegawai swasta warga Kelurahan 26 Ilir memperlihatkan surat tilang elektronik atau ETLE gegara tidak memasang sabuk pengaman, Jumat (7/1/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menggunakan kamera CCTV yang terpasang di 9 titik Kota Palembang sudah mulai berlaku dan mulai melakukan penilangan kepada pengemudi mobil dan sepeda motor.

Surat tilang warga yang dikenai sanksi tilang lewat kamera CCTV elektronik dikirim melalui Kantor Pos, hal itu sudah dilakukan dengan mengantar surat tersebut ke rumah-rumah warga.

Salah satu warga yang mendapat surat tilang itu adalah Andika, seorang pegawai swasta warga Kelurahan 26 Ilir.

Surat tersebut diantar oleh pengantar pos ke alamatnya di Jalan Mujahidin Lorong Khotib I, Kelurahan 26 Ilir, pada Rabu pagi.

Andika menyebut jika sempat kaget menerima surat tilang yang diterima dari pengantar pos.

"Saya kaget dapat kabar ada surat tilang. Surat itu dikirim ke rumah. Ibu yang nerima awalnya dari seorang petugas pos. Karena STNK mobil itu alamatnya memang disini, " ujar Andika, Kamis (6/1/2022) sore.

Menurut dia kesalahannya karena dapat surat tilang elektronik yakni ketika melintas di Jalan Jenderal Sudirman dan terpantau kamera ETLE di depan SPBU Makam Pahlawan.

"Lupa pakai sabuk pengaman waktu bawa mobil, kejadiannya tanggal 4 Januari hari Selasa. Ada fotonya lagi tidak pakai sabuk, " katanya.

Menurut dia sistem tilang elektronik yang diterapkan ini cukup bagus, pengemudi tidak bisa mengelak jika ada pelanggaran yang terpantau kamera ETLE.

"Bagus sih, kalau salah ya harus diakui salah. Dengan begini pengemudi mobil atau motor tidak bisa mengelak karena ada foto kita yang dilampirkan di dalam surat, " katanya.

Ketika membaca isi dari surat E-tilang milik adiknya itu, ia menyebut jika masih bingung apakah denda harus langsung dibayar atau tidak karena ia kaget baru pertama kali mendapat surat tilang elektronik.

"Apakah masih sosialisasi atau denda sudah berlaku saya belum tau. Ini kan masih baru pertama soalnya, Tapi kalau memang diminta bayar ya saya bayar. Saya harap ada penjelasan apakah ini masih sosialisasi atau sudah diterapkan," ujarnya.

Baca juga: Sempat Tertunda Pembayaran, Mulai Hari Ini Pencairan Gaji ASN Pemkot Palembang

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved