Banjir di Palembang

Masalah Banjir Palembang, Pengamat Ungkap 3 Persoalan Harus Dituntaskan Pemerintah

Mencermati situasi dan realitas banjir yang terus saja berulang, sesungguhnya ada 3 faktor utama penyebab yang sangat butuh difollow up secara serius.

SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Warga perumahan di kawasan Kemang Manis, Bukit Besar, Kecamatan Ilir Barat II Palembang melintasi banjir, Sabtu (25/12/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Musibah banjir yang melanda kota Palembang pada Sabtu (25/12/2021) lalu, tidak hanya merugikan material namun juga 2 warga Palembang meninggal dunia.

Untuk itu pengamat sosial Bagindo Togar, meminta musibah ini sebagai bahan evaluasi untuk kedepan

Bagindo Togar mengatakan, mencermati situasi dan realitas banjir yang terus saja berulang, sesungguhnya ada 3 faktor utama penyebab yang sangat butuh difollow up secara serius dan berulang kali disampaikan.

"Yang pertama normalisasi dan revitalisasi Sungai Musi, anak atau cabang sungai dan berikut daerah alirannya,"kata Bagindo, Senin (27/12/2021).

Kemudian diungkapkan Bagindo, pengawasan menyeluruh, sistemik, intensif juga regulatif atas tata ruang perkotaan serta objek objek strategis.

"Dan ketiga, menambah ruang terbuka hijau juga wilayah resapan air,"ujarnya.

Ditambahkan Bagindo, bila ketiga hal diatas digarap secara serius, dapat dipastikan peristiwa musibah banjir yang terkesan "abadi" ini akan terhindarkan. Selaim itu, saatnya para pejabat daerah ini lebih fokus, intensif dan lebih efektif memahami karateristk alam, topografis maupun geografis wilayah kerjanya.

"Bukan bertindak sporadis bak pemadam kebakaran. Apalagi sarat muatan tebar pesona, seolah olah aktif responsif tatkala terjadi masalah ditengah warganya," pungkasnya.

Baca juga: Banjir Ekstrem di Palembang, Wawako Fitrianti Sebut Ada 200 Titik Sumbatan di Anak Sungai

4.000 KK Terdampak Banjir

Banjir yang melanda kota Palembang pada Sabtu (25/12/2021) lalu telah berdampak pada sekitar 4.000 Kepala Keluarga (KK).

Kepala Basarnas Palembang, Herry Marantika mengatakan, 4000 KK tersebut merupakan total keseluruhan dari 5 Kecamatan yang terdampak.

Kondisi terparah berada di Kecamatan Sukarami yang ketinggian airnya mencapai diatas 1 meter.

"Lumayan parah kedalamannya ada di Sukawinatan (Kecamatan Sukarami)," ujarnya ketika dikonfirmasi, Senin (27/12/2021).

Adapun rincian lokasi banjir di Palembang pada 25 Desember 2021 berdasarkan hasil pemantauan Tim Rescue KPP Palembang di lokasi banjir kota Palembang pada yakni,
Kecamatan Ilir Timur I ketinggian airnya mencapai 25 cm dan telah memberi dampak pada 3100 KK.

Kecamatan Ilir Timur II ketinggian airnya mencapai 25 cm dan berdampak pada kurang lebih 100 KK.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved