Berita Sriwijaya FC

Sejarah Panjang Sriwijaya FC dan Rahmad Darmawan : Dari Raih Double Winner Hingga Berjuang di Liga 2

Publik dan pecinta bola Sumatera Selatan tak dapat melupakan sosok Rahmad Darmawan, yang telah menggoreskan tinta emas bagi Sriwijaya FC.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Slamet Teguh
TB KUMARA/BOLASPORT.COM
Pelatih Kenamaan Tanah Air, Rahmad Darmawan yang pernah memperkuat Sriwijaya FC 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sriwijaya FC memiliki kenangan manis bersama pelatih kondang Rahmad Darmawan.

Betapa tidak, Laskar Wong Kito yang ingin bangkit pasca keterpurukannya lalu mengawali era emasnya bersama pelatih yang akrab disapa RD itu di awal tahun 2007 lalu.

Rahmad Darmawan yang sebelumnya meraih juara Liga Indonesia di tahun 2005 saat itu, berhasil mewujudkannya kembali bersama Srwijaya FC.

Kenangan manis kembali terulang kala Sriwijaya FC ingin mewujudkan ambisinya untuk kembali merengkuh gelar juara Liga, setelah hampir sewindu tidak merasakan

Publik Sumatera Selatan bahkan menyambut dengan suka cita kedatangan pelatih yang telah mengangkat pamor persepakbolaan Bumi Sriwijaya di kancah nasional itu.

Ekspektasi tinggi dipasang oleh supporter, penggemar dan masyarakat Sumatera Selatan pasca datangnya pelatih yang akrab disapa warga Kota Palembang dengan panggilan Cek Mad itu.

Mega proyek transfer pemain langsung didatangkan oleh manajemen Laskar Wong Kito saat iitu seperti mendatangkan Esteban Vizcara dan Makan Konate Dzalilov dan Mahamadou N'Diaye yang berstatus sebagai Marquee Player.

Serta sejumlah punggawa kaliber timnas seperti Hamka Hamzah, Adam Alis.

Namun bukan hasil manis yang berhasil dituai Laskar Wong Kito bersama Rahmad Darmawan saat itu.

Sriwijaya FC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi. Menghuni posisi 16 klasemen akhir Liga 1 2018, Laskar Wong Kito harus rela turun kasta.

Bahkan penggemar sepakbola di seluruh tanah air turut prihatin dengan anjloknya prestasi Laskar Wong Kito kala itu.

Persoalan politik membuat Laskar Wong Kito harus menerima konsekuensi untuk turun kasta dan berjuan dari bawah.

Dengan carut marutnya kondisi di tubuh tim Laskar Wong Kito membuat Rahmad Darmawan akhirnya pergi dan digantikan oleh Subangkit.

Cek Mad pergi beserta gerbong yang dibawanya, seperti Makan Konate serta Alfin Tuasalamony.

Makan Konate dan Alfin Tuasalamony, dua pemain yang dibawa RD masuk dalam tim Laskar Wong Kito, memilih pergi ke Arema Malang, yang justru jadi hakim yang menjebloskan Sriwijaya FC ke kasta kedua liga Indonesia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved