Berita Palembang

Kerap Mencuri di Rumah Tetangga, Dua Sekawan Ditangkap Anggota Polsek IB II Palembang

Alfiansyah alias Iyan Koreng (22) dan A Roni (25) warga Kelurahan 29 Ilir ditangkap anggota Polsek IB II Palembang lantaran mencuri di rumah tetangga.

TRIBUN SUMSEL/SHINTA ANGGRAINI
Dua sekawan tersangka pencurian di rumah tetangganya sendiri menjalani pemeriksaan di Polsek Ilir Barat (IB) II Palembang, Kamis (25/11/2021) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Alfiansyah alias Iyan Koreng (22) dan A Roni (25) warga Kelurahan 29 Ilir ditangkap anggota Polsek Ilir Barat (IB) II Kota Palembang lantaran melakukan tindakan pencurian di rumah tetangganya sendiri.

Petugas terpaksa menembak betis kiri tersangka Iyan lantaran melawan saat akan ditangkap.

"Saya diajak Mail (DPO). Setelah itu saja ajak Roni. Kami bertiga teman main," kata Iyan saat ditemui di Polsek IB II, Kamis (25/11/2021).

Tindak pencurian tersebut terjadi di kediaman Samsudi (50) warga Jalan Sungai Tawar IV Kelurahan 29 Ilir Palembang, yang tak lain masih bertetangga dengan kedua tersangka,
Sabtu (23/10/2021), sekira pukul 06.30 WIB.

Korban menyadari kemalingan setelah mendengar mertuanya berteriak panik lantaran mendapati sejumlah barang telah hilang dari tempatnya.

Disaat itu keluarga korban lupa mengunci pintu bagian belakang rumah.

Dari aksi tersebut, tersangka berhasil membawa kabur Laptop Netbook Merk Asus, dua buah ponsel merek Oppo A11k dan satu buah ponsel merek Xiaomi.

"Mail yang eksekusi, saya tunggu di pintu belakang. Jadi dia yang masuk ke rumah (korban). Kalau Roni, saya ajak jual barang (curian)," ucap Iyan.

Tak sekali, nyatanya tindak pencurian kerap kali dilakukan tersangka Iyan baik itu bersama teman-temannya maupun seorang diri.

Bahkan secara gamblang dia mengaku sudah dua kali mencuri piring di kediaman bibi kandungnya.

"Saya bawa ke tempat loak. Saya jual piringnya," kata dia.

Tersangka juga tak segan menjual hasil curiannya dengan harga murah sebab hanya memikirkan bagaimana bisa cepat mendapatkan uang dari tindakan tersebut.

"Di rumah tetangga saya, kami dapat tiga HP dan satu laptop. Satu HP masih di Mail (DPO). Dua HP lagi saya jual Rp.800 ribu. Untuk laptopnya saya jual Rp.300 ribu yang penting bisa cepat laku, cepat dapat uang," ujarnya.

Diakui tersangka Iyan, dia kerap kali mencuri dikarenakan tidak memiliki pekerjaan tetap.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved