Breaking News:

Mahasiswi Korban Pelecehan Oknum Dosen

BEM Unsri Lapor Kemendikbudristek Soal Dugaan Pelecehan Seksual Dialami Mahasiswi, Ini Tanggapannya

BEM-KM Unsri menjalin komunikasi melalui Dirjen dan Sekjen Diktiristek untuk mempermudah langkah penyelesaian yang berkeadilan bagi korban

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Wawan Perdana
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Foto Gedung akademik Unsri di Kampus Indralaya 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-BEM-KM Universitas Sriwijaya (Unsri) telah berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) soal kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi Unsri.

Presiden Mahasiswa (Presma) Unsri, Dwiki Sandy mengatakan, komunikasi itu sebagai bentuk penguat gerakan mengawal penuntasan kasus dugaan pelecehan seksual dialami mahasiswi. 

BEM-KM Unsri menjalin komunikasi melalui Dirjen dan Sekjen Diktiristek untuk mempermudah langkah penyelesaian yang berkeadilan bagi korban dugaan pelecehan seksual.

"Dari Kemendikbudristek (memberikan) respon positif. Tapi terlebih dahulu sesuai Permendikbud, kampus yang harus menyelesaikan permasalahan, kalau (menemui jalan), buntu baru Kemendikbudristek (turun tangan)," kata Dwiki melalui rilis yang diterima TribunSumsel.com, Rabu (24/11/2021).

Permendikbud yang dimaksud Dwiki ialah Permendikbud Nomor 30 Tahun 2021 yang berisi peraturan mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Selain itu juga demi keberlangsungan proses advokasi yang berprinsip kepentingan terbaik bagi korban, BEM-KM Unsri juga dalam hal ini mendapatkan surat kuasa dari korban dalam rangka advokasi penanganan dugaan kasus pelecehan.

"Kemudian juga berkomunikasi dengan beberapa ahli dan praktisi hukum dalam langkah-langkah advokasi korban," jelas Dwiki.

Sebelumnya, Rektor Unsri Prof Anis Saggaff membuat surat edaran usai isu dosen diduga melecehkan mahasiswi viral di media sosial.

Anis mengingatkan semua pihak tidak melanggar aturan terkait dugaan pelecehan oleh dosen terhadap mahasiswi tersebut.

Surat edaran itu bernomor: 0017/UN9/SE.BUK.HT/2021 itu diteken Anis pada 19 November lalu, berikut isinya:

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved