Breaking News:

Berita Prabumulih

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya Imbau Donatur Jangan Khawatir Sumbangkan Dana Ke Baznas

Walikota Prabumulih H Ridho Yahya menegaskan seluruh warga Kota Prabumulih memberikan bantuan ke Baznas tidak perlu khawatir dana tidak tersalurkan.

Penulis: Edison | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Walikota Prabumulih H Ridho Yahya  menegaskan seluruh warga Kota Prabumulih khususnya kepada para pegawai negeri sipil (PNS) maupun luar daerah yang memberikan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar tidak perlu khawatir dananya tidak tersalurkan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih H Ridho Yahya  menegaskan seluruh warga Kota Prabumulih khususnya kepada para pegawai negeri sipil (PNS) maupun luar daerah yang memberikan bantuan ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) agar tidak perlu khawatir dananya tidak tersalurkan.

"Kepada donatur dan seluruh PNS di lingkungan Pemkot Prabumulih yang infaq, zakat dan sodakoh dikelola baznas tak perlu khawatir tidak tersalurkan karena seluruhnya disalurkan," ungkap Ridho ketika diwawancarai belum lama ini.

Ridho mengaku dirinya perlu menjelaskan persoalan itu lantaran selama ini banyak yang berpikir negatif dimana memberi bantuan ke Baznas untuk menggaji para pegawai Baznas dan untuk operasional.

"Kita tegaskan untuk dana dan gaji kita hibahkan dari Pemkot, dana hibah kota per tahun Rp 150 juta itu untuk gaji dan operasional. Saya kira cukup, jadi dana infaq zakat dan sondakoh tidak dipakai untuk gaji pegawai dan operasional kantor tspi murni diberikan kepada masyarakat miskin," jelas Ridho.

Lebih lanjut Ridho menuturkan, dana infaq zakat dan sondakh yang masuk ke Baznas kota Prabumulih dilakukan audit oleh inspektorat setiap tiga bulan sekali sehingga ketahuan jika dana dipakai untuk hal menyimpang.

"Jadi tiap tiga bulan sekali diaudit, tiap tahun itu ada laporan penggunaan anggaran," bebernya seraya mengatakan dirinya tidak mau dana disumbangkan untuk membantu masyarakat miskin justru tidak tepat penggunaan.

Ridho mengaku transparannya dalam penggunaan dana infaq zakat dan sondakoh itulah yang membuat Baznas banyak dipercaya sejak dulu hingga menuntaskan banyak pembangunan rumah tak layak huni di Prabumulih.

"Sekarang justru kita bingung, rumah (tak layak huni, Red) sudah banyak selesai dibangun. Kita bingung mikir, nanti rencana kita kalau sudah seluruhnya program bangun rumah baru untuk warga tidak mampu akan kita akhiri," tambahnya. 

Baca juga: Menuju Rumah Sakit Tipe D, Inilah Fasilitas Pelayanan di RS Pratama Sukajadi Banyuasin

Baca berita lainnya langsung dari google  news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved