Breaking News:

Berita Palembang

Besi dan Lampu Jembatan Ampera Dicuri, Kabel Monitoring ICMS Musi IV Dipotong, Temuan BBPJN Sumsel

BBPJN Sumsel mengungkapkan,  di Sumsel masih sering terjadi aksi vandalisme pada infrastruktur seperti jembatan dan jalan.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Kepala BBPJN Sumsel, Kgs Syaiful Anwar saat Peringatan Hari Jalan Nasional 2021 di Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (17/11/2021). Mereka BBJN mengungkap marak aksi vandalisme di sarana infrastruktur di Sumsel. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan,  di Sumsel masih sering terjadi aksi vandalisme pada infrastruktur seperti jembatan dan jalan.

"Aksi vandalisme ini sering terjadi, bahkan dalam dua bulan paling tidak ada satu kejadian yang menimpa sarana infrastruktur di Sumsel," kata Kepala BBPJN Sumsel, Kgs Syaiful Anwar saat Peringatan Hari Jalan Nasional 2021 di Jakabaring Sport City Palembang, Rabu (17/11/2021).

Menurut Syaiful, Jembatan Ampera dan Jembatan Musi IV paling banyak menjadi korban vandalisme, yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Jembatan Ampera kehilangan besi bipolarnya dan lampu penerangan umumnya juga ada yang dicabut. Kemudian Jembatan Musi IV juga, alat monitoring ICMS kabelnya dipotong.

"Pengawasan terhadap bangunan infrastruktur sudah dilakukan. Mulai dari pemasangan CCTV di titik rawan, patroli rutin dan berbagai tindakan lainnya. Bahkan PPK kami memiliki pengawas sub dan penilik jalan yang rutin melakukan pemantauan," katanya.

Namun menurut, karena wilayah yang diawasi cukup luas seperti untuk jalan ada 1.600 kilometer dan jembatan 18 ribu meter. Sehingga ada saja yang tidak terpantau oleh petugas.

"Kita juga telah menjalin kerjasama dengan aparat penegak hukum maupun instansi daerah untuk mengawasi infrastruktur yang ada. Bahkan ada beberapa kali pihak kepolisian melakukan penangkapan," ungkapnya

Menurutnya, memang aksi mereka ini motifnya ada yang ekonomi dimana besi-besi di jual dan ada juga kenakalan. Akibatnya pada infrastruktur berdampak membengkaknya biaya pemeliharaan.

"Jangan sampai justru biaya tersedot ke pemeliharaan, padahal semestinya bisa kita alokasikan untuk pembangunan ruas jalan untuk mereka yang membutuhkan," kata Syaiful.

Untuk itu dia pun menghimbau, kepada masyarakat Sumsel khususnya Palembang untuk sama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Untuk itu pihaknya mendeklarasikan Sumsel tolak vandalisme infrastruktur.

Sementara itu Kepala Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Sumsel Dharma Budi menambahkan, untuk di Sumsel kemantapan jalannya 90,02 persen.

"Terget kita hingga akhir tahun kemantapan jalan di Sumsel mencapai 95 persen," katanya.

Baca juga: Wanita Muda di Palembang Kaget Uang Rp 2 Juta Dalam Celengan Hilang, Disimpan di Lemari Dalam Kamar

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved