Banjir Lubuklinggau

Waspada! Debit Sungai Kelingi di Kota Lubuklinggau Meningkat, Bersiap Banjir Susulan

Hujan deras mengguyur Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan sejak tiga hari terakhir membuat debit Sungai Kelingi meningkat

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
SHINTA
Kondisi debit Sungai Kelingi di Kota Lubuklinggau, Selasa (28/9/2021) pagi kembali meningkat.  

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Hujan deras mengguyur Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan sejak tiga hari terakhir membuat debit Sungai Kelingi meningkat, Selasa (28/9/2021).

Pantauan Tribunsumsel.com, saat ini sungai yang  membelah Kota Lubuklinggau ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Meski Kota Lubuklinggau bukan merupakan kota langganan banjir. Kota ini rentan terjadinya banjir bandang kiriman dari Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu yang terjadi kapan saja.

Seperti terjadi Minggu (26/9/2021) kemarin, lima Kelurahan di kota ini terdampak banjir bandang. Puluhan rumah warga terendam dan dua jembatan rusak parah.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB), Lutfi melalui Kabid Penanggulangan Bencana Suryo Amrinata menyampaikan agar warga di bantaran sungai selalu waspada.

"Khususnya daerah yang rawan banjir Mesat Seni, Mesat Jaya dan sepanjang aliran Sungai Kelingi," ungkapnya pada wartawan.

Ia menuturkan, dua hari terakhir intensitas hujan sangat tinggi masyarakat diminta tidak membangun dibawah tebing yang dapat berpotensi longsor, serta masyarakat diminta tidak menebang pohon sembarangan.

Seperti terjadi tanah longsor di Perumahan Karya Bakti dan Talud Jebol di Kelurahan Dempo, setelah diperiksa ternyata bangunan yang longsor tersebut membangun di atas aliran sungai.

"Karena cepat atau lambat bangunan yang kita bangun tersebut bila terus terkikis air akan menimbulkan longsor," ungkapnya.

Data DPKPB Kota Lubuklinggau selama periode Januari sampai akhir Agustus 2021 lalu, sebanyak 30 kejadian bencana alam terjadi di Kota Lubuklinggau.

30 kejadian bencana alam tersebut meliputi peristiwa kebakaran sebanyak 14 kali, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) 2 kali, angin puting beliung 1 kali.

Selanjutnya pohon tumbang 10 kali, banjir bandang 3 kali, longsor 1 kali, dan orang hanyut 1 kali.

"Kemudian untuk kejadian lainnya bukan bencana yakni evakuasi sarang tawon sebanyak 9 kali, biawak masuk rumah 1 kali, dan ular masuk rumah 2 kali," ungkapnya. (Joy) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved