Breaking News:

Berita PALI

Jalan Penghubung Tempirai - Air Itam PALI Ambles, Aliran Air PDAM Ikut Terputus

Jalan poros Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara menuju Desa Air Itam Kecamatan Penukal PALI Ambles.

SRIPOKU/REIGAN
Kepala BPBD PALI Junaidi Anuar meninjau Jalan Penghubung Tempirai - Air Itam PALI yang ambles yang mengakibatkan aliran air bersih putus 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Jalan poros Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara menuju Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terjadi keretakan pada pondasi seiring derasnya hujan yang terjadi dalam sepekan terakhir melanda wilayah Bumi Serepat Serasan.

Akibat amblesnya jalan penghubung dua kecamatan itu tak hanya arus lalu lintas yang tersendat, melainkan jaringan air bersih milik PDAM Tirta PALI Anugerah ke Desa Tempirai ternyata ikut terputus.  

Kepala Desa Tempirai Selatan, Safikal Usman mengaku, bahwa sejak terputusnya aliran air beberapa hari terakhir, pemerintah desa bersama warga meninjau langsung ke lokasi kerusakan jalan poros yang terletak di Dusun 1, Desa Tempirai Selatan.

Kemudian telah melaporkan kejadian itu ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI dan PDAM Tirta PALI Anugerah. 

"Masyarakat se Tempirai Raya,  berharap pada Pemda PALI, khususnya Dinas PU Bina Marga, Dinas Perkim, BPBD dan PDAM Tirta Anugerah, dapat merespon cepat dan mengakomodir keluhan masyarakat," ungkap Safikal, Minggu (19/9/2021).

Sementara, PDAM Tirta PALI Anugerah melalui Kepala Unit IKK Tempirai Andri Leviansyah menyatakan, bahwa pihaknya telah melakukan upaya perbaikan pipa PDAM tersebut.

Namun demikian, kata dia, pihaknya terkendala keterbatasan peralatan.

Sehingga, menyebabkan permasalahan itu belum terselesaikan. 

"Persoalan ini sudah dilaporkan ke pimpinan PDAM Tirta PALI Anugerah di Pendopo Talang Ubi. Sembari menunggu bantuan dari Pendopo, tim teknis lapangan unit IKK Tempirai, terus berupaya untuk mengatasi ini dengan peralatan seadanya, dan berharap pada masyarakat se-Tempirai Raya untuk sedikit bersabar," harap Andri.

Terpisah, Kepala BPBD Kabupaten PALI Junaidi Anuar SE MSI menjelaskan, bahwa pihaknya ketika kejadian langsung mendatangi lokasi bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana.

Dijelaskan, Setelah diukur dan dianalisa tim teknis BPBD, disimpulkan kerusakan jalan sepanjang 150 meter dengan lebar 6 meter pada badan jalan dan dinding penahan jalan. 

"Atas dampak keretakan badan jalan dan lonsor dinding penahan jalan ini, mengakibatkan pipa PDAM unit IKK Tempirai tidak dapat difungsikan," terangnya. 

Baca juga: Polisi Akhirnya Tangkap Kakek 76 Tersangka Pencabulan Anak di PALI, Keluarga Korban Lega

Ditambahkan, disamping mengganggu akses lalu lintas dan akses air bersih terputus, juga ada 10 rumah di dua sisi jalan di khawatirkan akan mengalami diskestabilan posisi letak rumah atau roboh. 

"Terkait masalah ini dan termasuk salah satu rumah warga yang terdampak lonsor pihak BPBD akan berkoordinasi dengan Dinas PU, PDAM Tirta PALI Anugerah dan instansi lainya, akan mencarikan solusi yang terbaik." Katanya.

"Mudahan dalam waktu singkat ini,  pihak Pemda PALI dapat mengatasi masalah ini, dan kepada Masyarakat dihimbau untuk bersabar dan berhati hati saat melintasi jalan tersebut," ujarnya. (SP/REIGAN)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved