Breaking News:

Polisi Akhirnya Tangkap Kakek 76 Tersangka Pencabulan Anak di PALI, Keluarga Korban Lega

Kakek cabul yang merupakan oknum guru mengaji pelaku utama pelecehan seksual terhadap anak ditangkap

Editor: Prawira Maulana
ISTIMEWA
Kuasa hukum korban dari LBH PALI saat menerima kliennya di kantor Jalan Merdeka Kecamatan Talang Ubi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Kakek cabul yang merupakan oknum guru mengaji pelaku utama pelecehan seksual terhadap anak ditangkap unit Reskrim Polres PALI atau Penukal Abab Lematang Ilir.

Gerak cepat anggota Polres PALI dalam mengamankan pelaku tindak pidana pencabulan terhadap tiga anak bawah umur ini diapresiasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PALI.

Penangkapan terhadap pelaku R alias Rayap (76 tahun) dilakukan Kamis malam (16/9/2021), saat bersembunyi di kediaman keluarganya Desa Penyandingan Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin.

Kuasa Hukum korban, Joko Sadewo berkata bahwa penangkapan pelaku membuat sedikit rasa lega keluarga korban. 

Sebab, mereka hidup satu desa dan bertetangga. Sehingga, selalu was-was saat akan meninggalkan anaknya untuk bekerja ke kebun karet.

"Bukan hanya keluarga korban, namun warga yang lain juga jadi khawatir terhadap anak mereka. Dengan ditangkapnya pelaku, maka keresahan warga sedikit terobati," ujar Josa sapaannya didampingi rekannya Ira Handayani Harahap, Dedi Triwijayanto, Aminudin dan Ryan Tanuwijaya, Jumat (17/9/2021).

Dijelaskan, meski pelaku sudah berusia tua, yakni sekira 80 tahun, namun tidak dapat menghapus sanksi hukumnya. Apalagi tindak pidana yang dituduhkan bukan delik aduan.

"Terhadap pelaku berlaku lex spesialist UU Perlindungan Anak. Ini termasuk extra ordinary crime. Kejahatan terhadap anak dapat merusak masa depan mereka," jelasnya.

Oleh karenanya, keseriusan Polres PALI dalam menangani perkara ini, sangat diapresiasi oleh LBH PALI yang sekaligus mewakili keluarga korban.

"Kami ucapkan terima kasih atas respon cepat Polres PALI. Ini juga sekaligus jadi bukti bahwa Polres PALI tidak tebang pilih dalam menegakkan hukum. Asas hukum equality before the law memang dijunjung tinggi," katanya.

Selanjutnya, LBH PALI selaku Kuasa Hukum korban, berharap kasus ini dapat segera P21, dan pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

"Banyak pihak turut memberi perhatian terhadap kasus ini. Kami ucapkan terima kasih. Anak-anak adalah aset bangsa. Merekalah yang akan meneruskan estafet kepemimpinan di masa akan datang," ujarnya.(cr2)

 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved