Breaking News:

Berita OKU Timur

Kapolsek Martapura Nyamar Jadi Pembeli Sabu, Tangkap Seorang Pengedar Narkoba

Seorang pengedar sabu berinisial Al (34) hanya bisa tertunduk lesu saat diringkus anggota Polsek Martapura.

Penulis: Edo Pramadi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/EDO PRAMADI
Mapolsek Martapura dipimpin Wakapolres Kompol Mayestika Hidayat didampingi Kapolsek Martapura AKP Rio Artha Luwih menginformasikan tentang aksi penyamaran untuk menangkap seorang pengedar sabu, Jumat (10/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Seorang pengedar sabu berinisial Al (34) hanya bisa tertunduk lesu saat diringkus anggota Polsek Martapura.

Ia diamankan pada Rabu (8/9/2021) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Lintas di kawasan Desa Tunas Peracak, Kecamatan Bunga Mayang, kabupaten OKU Timur.

Wakapolres OKU Timur, Kompol Mayestika Hidayat didampingi Kapolsek Martapura AKP Rio Artha Luwih mengatakan, penangkapan tersebut dilakukan terkait dengan informasi adanya pengedaran Narkoba di daerah tersebut.

"Tersangka kita tangkap dengan teknik (undercover buy) pura-pura membeli melalui telepon, dan itu dipimpin langsung Kapolsek Martapura," kata Kompol Mayestika dalam Press Realese di Mapolsek Martapura, Jumat (10/9/2021).

Awalnya anggota hanya mengamankan satu paket sabu yang disimpan tersangka di dalam kotak rokok.

Setelah melakukan pengembangan, didapatkan informasi bahwa ada barang bukti lainya yang berada di kediaman tersangka di Desa Negeri Ratu Baru, Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten OKU Timur.

"Anggota langsung ke rumah tersangka dan ditemukan lima paket sabu totalnya 4,7 gram dan itu siap edar," ungkap Wakapolres.

Dari hasil pengembangan, kata Kompol Mayestika, pengedar ini membeli sabu dari tersangka berinisial J yang saat ini masih buron.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kita bisa menangkap bandarnya yang lebih besar," tegas Wakapolres.

Baca juga: Kasus Lelang Jabatan Muratara Tahun 2016, Kajari Lubuklinggau: Bisa Saja Ada Tersangka Baru

Dalam kesempatan yang sama, Kapolsek Martapura AKP Rio mengungkapkan bahwa tersangka sudah menjadi pengedar selama tiga bulan.

"Tersangka dikenakan pasal 114 no 35 tahun 2009 tentang Narkoba dan terancam maksimal 20 tahun penjara, karena terbukti sebagai pengedar," ujar Kapolsek.

Sementara itu tersangka AI mengakui bahwa ia sudah tiga kali melakukan transaksi sabu.

"Sekali transaksi biasanya saya dapat uang Rp 2 juta," tutupnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved