Breaking News:

Berita Palembang

90 Persen Bangunan Lama, KemenkumHAM Sumsel Minta Lapas dan Rutan Waspada Kebakaran

Kasubag Humas Kemenkumham Sumsel, Hamsir mengakui, 90 persen bangunan Lapas dan Rutan di wilayah Sumsel merupakan bangunan lama. 

Humas Lapas Klas 1 Banyuasin
Petugas Lapas Klas 1 Banyuasin ketika melakukan pengecekan warga binaan dan juga instalasi listrik yang ada di dalam kamar sel, Jumat (10/9/2021). 

Mulai dari Lapas Klas I Palembang mengalami over kapasitas sebanyak 191 persen, Lapas Klas II A Banyuasin 201 persen, Lapas Klas II A Lahat 64 persen, Lapas Klas II A Lubuk Linggau 87 persen, Lapas Klas II A Tanjung Raja 133 persen, Lapas Klas II B Empat Lawang 168 persen, Lapas Klas II B Kayu Agung 216 persen, Lapas Klas II B Martapura 161 persen, Lapas Klas II B Muara Dua 125 persen.

Selanjutnya, Lapas Klas II B Muara Enim 128 persen, Lapas Klas II B Sekayu 267 persen, Lapas Klas III Pagar Alam 160 persen, Lapas Klas III Sarolangun Rawas 44 persen, Lapas Narkotika Klas II A Muara Beliti 142 persen, Lapas Narkotika Klas II B Banyuasin 133 persen, Lapas Klas II A Perempuan Palembang 269 persen. 

Ada pula, Rutan Klas I Palembang 83 persen, Rutan Klas II B Baturaja 140 persen dan Rutan Klas II B Prabumulih 220 persen. 

Terkait kondisi tersebut, Hamsir mengatakan, Kemenkum HAM Sumsel sudah membuat kebijakan dengan memindahkan tahanan ke Rutan atau Lapas yang tidak terlalu penuh. 

"Misalnya tahanan dari Polres di Palembang, bisa kita pindahkan ke daerah seperti ke Lapas di Surolangun karena disitu tidak terlalu padat. Jadi Lapas atau Rutan yang jumlahnya belum padat, kita geser tahanannya ke tempat itu," ujarnya. 

Lanjut dikatakan, pemindahan seperti itu sudah cukup sering terjadi selama masa pandemi ini. 

Hamsir mengungkapkan, hal tersebut juga bertujuan untuk mencegah terjadinya gesekan yang dapat memicu keributan antar sesama tahanan. 

"Memang selama pandemi ini sering terjadi pergeseran. Jangan sampai terjadi masalah karena terlalu padat. Kalau itu terjadi, ditakutkan risiko terjadi gesekan juga lebih kuat. Kalau mereka bertengkar di dalam, kita juga yang repot," tuturnya. 

"Selain itu kita juga mempertimbangkan, bagaimana kalau lapas atau rutan itu terlalu padat. Sebab tahanan juga manusia yang punya hak untuk mendapat tempat yang layak. Itu kenapa, kalau misalnya ada tempat yang jumlahnya yang tidak padat, ya kita pindahkan kesana," katanya menambahkan. 

Baca juga: Antisipasi Kebakaran di Lapas, Setiap Kamar di Lapas Klas 1 Banyuasin Dipasang NCB

Terlepas dari berbagai upaya yang sudah dilakukan, Hamsir menyebut, sidak rutin juga terus dilakukan oleh seluruh Lapas atau Rutan bagi seluruh tahanan. 

Tak lain upaya ini bertujuan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 

"Sidak rutin memang selalu dilakukan  oleh masing-masing UPT. Misalnya seminggu atau dua minggu sekali," ujarnya. 
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved