Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Polres OI Gusur Aktivitas Tambang Pasir Ilegal di Rantau Alai, Sebelumnya Pernah Ditertibkan

pernah dilakukan penertiban oleh Polres OI beberapa waktu lalu tetapi nyatanya aktivitas penambangan pasir ilegal masih saja terjadi.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/AGUNG DWIPAYANA
Personel Polsek Rantau Alai bersama aparat pemerintahan setempat menertibkan empat lokasi penambangan pasir ilegal di Sungai Ogan, Selasa (7/9/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Polres Ogan Ilir menggusur aktivitas tambang pasir ilegal di Rantau Alay Ogan Ilir. Sebelumnya  pernah dilakukan penertiban oleh Polres OI beberapa waktu lalu tetapi nyatanya aktivitas penambangan pasir ilegal masih saja terjadi.

Seperti di Kecamatan Rantau Alai, ada empat lokasi penambangan pasir ilegal di Sungai Ogan yang ditertibkan polisi.

"Ada empat lokasi penambangan pasir ilegal. Karena tidak mengantongi izin, maka kami tertibkan," kata Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy melalui Kapolsek Rantau Alai Iptu Sondi Fraguna, Selasa (7/9/2021).

Keempat lokasi tambah pasir ilegal di Rantau Alai tersebut masing-masing berada di wilayah Desa Tanjung Mas, Mekarsari, Kertabayang dan dekat wilayah Kelurahan Tanjung Raja.

Oleh Polsek Rantau Alai dan aparat pemerintahan setempat, para penambang pasir tersebut didata.

"Kami sampaikan kepada para penambang untuk tidak melakukan lagi kegiatan penambangan galian C secara ilegal ini," pinta Sondi.

Polisi meminta para penambang untuk mengurus izin ke pertambangan terlebih dahulu.

Selama belum ada izin, kegiatan penambangan pasir ilegal dapat diproses pidana sesuai hukum yang berlaku.

"Jika masih melanggar, maka akan menerima konsekuensi hukum," tegas Sondi.

Selain mendata para penambang, polisi juga mengamankan empat unit mesin sedot pasir.

"Anggota kami mengangkat mesin sedot dan memutus rangkaian pipa saluran pasir yang digunakan untuk kegiatan penambangan," tegas Sondi lagi.

Ini merupakan penertiban tahap kedua terhadap aktivitas penambangan pasir di wilayah hukum Polsek Rantau Alai.

Baca juga: Defisit Anggaran Rp 25 M, PNS di Empat Lawang Terancam tak Gajian 3 Bulan, Pembiayaan OPD Dinolkan

Dijelaskan Sondi, dampak alam yang timbul akibat penambangan pasir ilegal diantaranya menggerus tebing sungai hingga berakibat longsor, perubahan habitat flora dan fauna, perubahan pola aliran permukaan air dan air tanah, perubahan bentang alam dan perubahan struktur tanah.

"Inilah dampak alam yang harus kita antisipasi dan aktivitas penambangan pasir ilegal seperti ini tidak bisa terus dibiarkan," ucap Sondi.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved