Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Keluarga Pasien Meninggal di Indralaya Kecewa Prosesi Pemakaman Berlarut-larut

Keluarga RL (69) menjelaskan duduk perkara proses pemakaman almarhum yang berlarut larut karena santer dikabarkan Pasien Covid-19.

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG
Muhammad Umat Wahab Lubis (baju koko warna biru) saat ditemui di kediaman keluarga di Kelurahan Timbangan, Indralaya Utara, Rabu (21/7/2021) malam. 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Kesedihan tampak terpancar dari raut wajah Muhammad Umar Wahab Lubis (31 tahun), putra sulung dari RL (69 tahun) yang meninggal dunia di RSUD Ogan Ilir. 

RL disebut meninggal dunia karena positif Covid-19 setelah tiga hari menjalani perawatan di RSUD yang berlokasi di Tanjung Senai tersebut. 

Meski tengah berduka, Umat tetap berusaha tabah dan ramah saat diwawancarai TribunSumsel.com.

Ia mengungkapkan, ayahnya mengidap penyakit komplikasi diantaranya jantung, stroke dan darah tinggi. 

"Karena kondisi ayah perlu perawatan intensif, maka dites swab PCR dan kata dokter hasilnya baru keluar empat hari," ungkap Umar saat ditemui di kediaman keluarga di Kelurahan Timbangan, Indralaya Utara, Rabu (21/7/2021) malam. 

Namun RL menghembuskan napas terakhir, dua hari sebelum hasil swab test PCR keluar atau tepatnya pada Selasa (20/7/2021) pukul 12.00.

Umar menuturkan, pihak keluarga lalu berbagi tugas untuk mengurus pemakaman ayahnya itu. 

Pertama, pihak keluarga mendatangi lokasi pemakaman sesuai wasiat almarhum yang ingin dimakamkan di tanah miliknya di wilayah Indralaya Utara. 

"Awalnya kami mengira tanah milik ayah itu di Desa Pering. Namun ternyata yang benar ada di Desa Permata Baru," ujar Umar. 

Di sisi lain, kerabat dekat almarhum RL mempersilakan jenazah dimakamkan di pemakaman keluarga di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Indralaya. 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved