Breaking News:

Berita Lubuklinggau

PPKM Pengetatan Berakhir Hari ini, Wali Kota Lubuklinggau Berharap PPKM Level 2

Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pengetatan di Kota Lubuklinggau Sumsel berakhir pada Selasa (20/7/2021)

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Diskominfo Kota Lubuklinggau
Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe saat mengikuti Shalat Idul Adha 1442 H di Masjid Agung As salam, Selasa (20/7/2021) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Jadwal pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Pengetatan di Kota Lubuklinggau Sumsel berakhir pada Selasa (20/7/2021) hari ini.

Namun, sampai saat ini kebijakan PPKM pengetatan ini  belum ada kejelasan apakah diperpanjang atau tidak.

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe mengaku belum mengetahui pasti apakah akan diperpanjang atau tidak,
saat ini pihaknya masih menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah pusat.

"Kalau kita (Lubuklinggau) diminta selalu menerapkan PPKM kita laksanakan, karena hari ini baru akan dibahas oleh pusat lagi," kata Nanan pada wartawan usai pelaksanaan shalat Idul Adha di Masjid Agung As-salam.

Nanan megungkapkan, akan selalu menerima keputusan itu, ia bersyukur dengan banyak pertimbangan shalat Idul Adha di Kota Lubuklinggau tetap bisa digelar dengan baik dan prokes ketat ditengah pemberlakuan PPKM pengetatan.

"Itulah momentum ini alhamdulillah dapat kita manfaatkan untuk berdoa, mendoakan saudara kita yang kena Covid-19, yang masih terpapar di RS saat ini, ada yang belum kebagian ruang ICU, termasuk Isoman di rumahnya masing-masing," ungkapnya.

Menurutnya, dalam pelaksanaan PPKM ada level 1 sampai 4, mudah-mudahan untuk Kota Lubuklinggau hanya berada di level 2 dalam artian bahwa PPKM di Lubuklinggau hanya melakukan pembatasan kerumunan saja.

"Level 1 new normal tapi taat prokes, level 2 ini masyarakat hanya dilarang melakukan kegiatan yang berdampak kerumunan, level 3 kegiatan hajatan ditiadakan dan level 4 shalat jamaah ditiadakan," ungkapnya.

Untuk hasil evaluasi sementara bersama Satgas Covid-19 Kota Lubuklinggau selama pemberlakuan PPKM ada penurunan kasus Covid-19 karena apa yang diintruksikan oleh pusat dijalankan, terutama penyekatan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

"Mobilitas masyarakat agak berkurang karena ada penyekatan, lalu hajatan-hajatan ditiadakan, lampu di jalan utama dimatikan sementara," ujarnya.

Sementara disisi lain yang perlu dipahami masyarakat Kota Lubuklinggau terkait PPKM, masyarakat jangan terlalu berlebihan menanggapi pembatasan kegiatan masyarakat karena yang dilarang sejauh ini hanya berkumpul.

"Itu yang kita hindari, jangan memaknai PPKM ini sebagai sesuatu yang berlebihan, masyarakat sendiri harus faham, ekonomi tetap jalan tapi upaya kita memutus mata rantai tetap harus kita lakukan," ujarnya.

Baca juga: Cerita Pemotongan Qurban di Lubuklinggau, Prokes Ketat dari Panitia Sampai Warga

Nanan juga menambahkan bila kondisi Covid-19 di Kota Lubuklinggau saat ini BOR sudah menurun dari 90 persen menjadi 87 persen, namun yang melonjak tajam adalah warga yang melakukan isolasi mandiri.

"Tapi untuk rumah sakit terutama untuk penyakit berat yang membutuhkan ICU, ICCU di Kota Lubuklinggau saat ini semuanya penuh," ungkapnya. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved