Breaking News:

Berita Empat Lawang

Pemkab Empat Lawang Keluarkan Edaran Larangan Gelar Resepsi, Calon Pengantin Kebingungan

Pemerintahan Dearah kabupaten Empat Lawang mengeluarkan surat edaran pembatasan untuk acara akad pernikahan dan acara sosial lainya.

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Pemkab Empat Lawang
Pemerintahan Dearah kabupaten Empat Lawang menegeluarkan surat edaran yang memuat pembatasan untuk acara akad pernikahan yang disertai dengan hiburan organ tunggal. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Pemerintahan Dearah kabupaten Empat Lawang mengeluarkan surat edaran pembatasan untuk acara akad pernikahan.

Pembatasan tesebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor : 360/191/SE/BPBD/2021 tentang Penegakan Disiplin Penerapanan Protokol Kesehatan Pada Pelaksanaan Resepsi Pernikahan, Akad Nikah, dan Acara Sosial Lainnya.

Pada surat edaran tersebut diperintahkan agar Satgas Covid 19 mulai dari tingkat kabupaten hingga desa di kabupaten Empat Lawang melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) pada resepsi pernikahan, akad nikah, dan acara sosial lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan untuk acara resepsi pernikahan ataupun beberapa acara sosial lainnya tidak diperkenankan untuk dilaksanakan terhitung mulai dari Selasa (27/07/2021) hingga Senin (30/08/2021).

Menanggapi hal tersebut membuat beberapa beberapa pasangan pengantin yang tadinya berencana melakukan resepsi di bulan Agustus 2021 mengubah tanggal atau hari pelaksanaan resepsi pernikahannya.

"Rencananya saya mau melangsungkan pernikahan dan resepsi di bulan agustus tapi melihat surat edaran dari pemeintah yang keluar beberapa hari yang lalu kita jadi bingung resepsinya mau dipercepat ataupun ditunda dulu" Ujar Desi, Warga kecamatan Ulu Musi yang dalam waktu dekat ini akan melaksanakan resepsi pernikahan.

Tidak hanya itu Desi menambahkan dirinya semakin bingung dan was-was karena segala persiapan acara dan resepsi pernikannya telah dibuat dan direncanakan sejak jauh hari.

"Sedih aku dak biso pesta, masalahnyo lah tesiwo galo segalo keperluanyo lah dem dibayar pulo", Kata dia.

Tidak Hanya Desi, Devi warga asal kecamatan Pendopo juga mengalami hal tang sama, tadinya dirinya berencana melaksanakan akad dan resepsi lernikaha di bulan agustus akan tetapi tekait adanya surat edaran dari bupati tersebut dirinya berencana untuk melakukan jadwal ulang.

"Tadinya kota sudah sepakat nikah dan resepsi di bulan agustus, rencananya jadi kita undur bulan september", keluhnya.

Baca juga: DPD PAN Empat Lawang Targetkan Kembali Menang di Pemilu 2024, Adakan Muscab DPC Serentak

Hal serupa juga dikeluhkan oleh Hen, salah satu pemilik organ tunggal asal kecamatan Muara Pinang, dirinya mengatakan jika di bulan agustus jasa hiburan organ tunggal miliknya sudah dipesan dan penuh, jika acara tersebut batal dirinya tidak tahu harus mengatakan apa kepada para penyewa jasa organ tunggalnya.

"Bingung juga saya kalau bookingan kemaren jadi batal semua di satu sisi banyak yang sudah bayar uang muka bahkan sudah lunas sementara itu kita juga butuh pemasukan untuk biaya sehari-hari, jadi gimana ini baiknya" Katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved