Seputar Islam
Ini Bacaan Doa Iftitah Latin Pendek Dalam Shalat, Beserta Bahasa Arab dan Artinya
Ada dua pilihan doa iftitah yang umumnya digunakan oleh umat muslim di Indonesia saat shalat. Iftitah pertama adalah yang diawali dengan allahumma ba
TRIBUNSUMSEL.COM-Doa iftitah dibaca saat shalat, setelah takbiratul-ihram pada rakaat pertama. Bagaimana hukumnya, menurut jumhur ulama hukumnya adalah Sunnah.
"Baik pada Sholat fardhu maupun Sholat Sunnat," kata Ustadz Abdul Somad dalam satu ceramahnya.
Namun menurut mazhab Maliki, membaca doa iftitah hukumnya makruh.
Ustadz Abdul Somad dalam 77 Tanya Jawab Seputar Shalat mengatakan, orang yang melaksanakan sholat langsung bertakbir dan membaca al-Fatihah, berdasarkan riwayat Anas bin Malik, ia berkata:
“Rasulullah Saw, Abu Bakar dan Umar mengawali shalat dengan Alhamdulillahi Rabbil’alamin”. (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Ustadz Abdul Somad mengatakan, bentuk doa Iftitah ini jumlahnya banyak.
"Membaca Fatihah saja sah. Cuman ibarat makan ya nasi ama kecap doang," kata UAS.
"Tentu kita maunya full, ada sayurnya, ada cuci mulutnya, ada semuanya lengkap," lanjut Ustadz Abdul Somad.
Ada dua pilihan doa iftitah yang umumnya digunakan oleh umat muslim di Indonesia saat shalat.
Iftitah pertama adalah yang diawali dengan allahumma baid baini dan selainnya adalah yang diawali dengan allahu akbar kabira.
Meskipun berbeda, hal ini tidak dijadikan persoalan
Baca juga: Kumpulan Bacaan Sholawat Nabi Mulai dari yang Pendek Hingga Panjang, Nariyah, Fatih
Dua jenis Doa iftitah yang paling umum digunakan oleh umat muslim Indonesia beserta artinya:
Iftitah ke-1
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ، كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ
Allahumma baa’id bainii wabaina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wa maghribi, allahumma naqinii min khathaayaaya kamaa yunaqats tsaubul abyadhu minad danas. Allahummaghsilnii min khathaayaaya bil maa’i wats tsalji