Breaking News:

Penjelasan Sri Mulyani Soal Jenis Beras dan Daging yang Bakal Dikenai Pajak : Ini Bumi dan Langit

Selain itu, juga ada beberapa jenis daging premium dengan harga mahal akan kena pajak, bukan justru yang ada di pasar tradisional.

Editor: Weni Wahyuny
Repro/Kompas TV
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kabar sembako dikenakan pajak jadi perbincangan publik saat ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani pun memberikan klarifikasi atau penjelasan terkait kabar yang tengah ramai ini.

Sri menegaskan, Kemenkeu tidak akan memungut PPN sembako untuk masyarakat kelas bawah di dalam RUU KUP.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Dirinya mengatakan, komoditas sembako yang akan kena pajak di antaranya beras jenis shirataki.

"Namun, kalau kita ngomongin sembako tuh katakanlah beras, ada beras yang Rp 10.000 per kg nya, yang produksi petani kita, Rojolele, Pandan Wangi, Cianjur gitu versus beras yang sekarang ini shirataki.

Jadi, kalau dilihat harganya Rp 10 ribu per kg sampai Rp 50 ribu per kg sampai Rp 200 ribu per kg bisa sama-sama klaim ini sembako," ujarnya di rapat Komisi XI DPR, Senin (14/6/2021).

Sri Mulyani menjelaskan, fenomena munculnya produk-produk kelas atas, tapi namanya tetap sembako dan sama-sama beras harus disikapi pemerintah dari sisi perpajakan.

Selain itu, juga ada beberapa jenis daging premium dengan harga mahal akan kena pajak, bukan justru yang ada di pasar tradisional.

Ilustrasi Sembako
Ilustrasi Sembako (tribunsumsel.com/khoiril)

"Sama-sama daging sapi namanya, tapi ada daging sapi wagyu yang kobe, per kg bisa Rp 3 juta atau Rp 5 juta. Ada daging biasa yang dikonsumsi masyarakat per kg Rp 90 ribu, ini bumi dan langit," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved