Breaking News:

Berita Muratara

2 Pekan Lebih, Gajah Liar Teror Warga di Muratara, Sawah Warga Kertasari Rusak Diinjak-injak

Sudah dua pekan lebih, seekor gajah liar meneror warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hingga kini belum pergi dari daerah ini.

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Vanda Rosetiati

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Sudah dua pekan lebih, seekor gajah liar meneror warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) hingga kini belum pergi dari daerah ini.

Gajah tunggal itu diyakini berasal dari kawasan Hutan Harapan yang dikelola PT Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI) di Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi.

Kemunculan gajah itu pertama kali diketahui warga di Desa Sungai Lanang, Kecamatan Rawas Ulu, sejak Jumat (21/5/2021) malam, dua pekan lalu.

Gajah tersebut terus berjalan ke desa-desa, bahkan sempat menghebohkan warga ibukota Kabupaten Muratara, yakni di Kelurahan Muara Rupit.

Kini terdengar kabar, gajah itu berada di wilayah Desa Kertasari, Kecamatan Karang Dapo, menginjak-injak tanaman padi warga.

"Sawah warga dirusaknya, diinjak-injaknya. Ada sawit dan pisang juga dimakannya," kata Roy, warga setempat, Selasa (8/6/2021).

Kabid Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, Zazili mengatakan saat ini memang belum ada tindakan penanganan terhadap gajah liar itu.

Pemerintah daerah bersama tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel) Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Lahat hanya sebatas memantau pergerakan gajah.

Tim ini juga terus siaga untuk mengantisipasi gajah tersebut agar tidak mengamuk dan memasuki perkampungan warga.

"Kita masih tetap memantau pergerakannya. Untuk tindakan lanjutnya kita harus koordinasi seluruh pihak terkait.

Baca juga: Warga Muratara Keluhkan Listrik Padam Setiap Magrib, PLN: Kabel Jaringan Terganggu Pohon

Baca juga: Modus Kakek Pensiunan PNS di OI Cabuli Anak Tetangga, Ajak Lihat Bintang, Main Suntik-suntikan

Apakah nanti kita datangkan gajah pikat untuk menggiring atau kita tembak bius, itu akan kita bahas bersama. Kita juga harus memikirkan anggarannya juga," kata Zazili.

Dia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tidak mengusik atau mengganggu keberadaan gajah tersebut.

"Sambil kami memikirkan solusinya, masyarakat kami minta tolong jangan diganggu gajahnya agar tidak terjadi korban," imbaunya.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved