Kisah Perangkat Desa yang Gantung Diri Usai Bunuh dan Rudapaksa Bocah, Warga Minta Mayat Dibakar
Kisah Perangkat Desa yang Gantung Diri Usai Bunuh dan Rudapaksa Bocah, Warga Minta Mayat Dibakar
Edi bercerita, setelah itu dirinya mengajak anak gadisnya itu untuk pergi beribadah namun korban menolak.
"Ia minta uang 3000 untuk beli sosis. Setelah itu ia menghilang," ungkap Edi.
Baca juga: Bus Sambodo Naas Ugal-ugalan dan Ngebut Picu 4 Tewas, Ada Analisa Lain dari Dirlantas
Baca juga: Keberadaan Harun Masiku Dibongkar Penyelidik KPK yang Sudah Dinonaktifkan, Sebut Sudah di Indonesia
Sementara itu berdasarkan keterangan sang kakak, Arlando Sulu, korban tak mau diajak pulang ketika sedang bermain di rumah temannya.
"Kakaknya sudah menyuruhnya pulang, namun dia tak mau pulang," jelas Edi menceritakan pertemuan terakhir sang kakak dengan korban.
Sejak bermain pada Selasa (18/5/2021), korban tak juga pulang meski telah larut malam.
Korban kemudian diketemukan telah meninggal dunia saat dicari oleh pihak keluarga dan warga setempat.
Kronologi Penemuan Mayat
Saksi Andi Tumewu membeberkan, penemuan tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 WITA, pada Kamis (20/5/2021).
Mereka memang sengaja mencari MS yang dikabarkan hilang selama beberapa hari.
Para pencari yang terdiri dari 9 orang tersebut kemudian mencari di sekitar perkebunan dan rumah warga.
Tak lama kemudian saksi melihat sebuah karung yang diletakkan di bawah pohon pala.
Ia merasa curiga dan memanggil rekan-rekannya untuk mendekat.
Seorang rekan bernama Rijen Runtulalo nekat membuka karung tersebut.
Rijen Runtulalo sontak berteriak lantaran melihat ada kaki yang terjulur dari dalam karung.
Ia memanggil rekan-rekan lain yang kemudian melaporkan penemuan tersebut pada Hukum Tua Desa Koha Barat, Antonius Sulu.