Lantik Direktur PDAM Baru, Wali Kota Lubuklinggau Minta Langsung Kerja

Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe melantik Hadi Purwanto menjadi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
EKO HEPRONIS
Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe melantik Hadi Purwanto menjadi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 

#Jangan Hanya Makan Gaji Saja

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Wali Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe melantik Hadi Purwanto menjadi Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan (Sumsel).

Dilantiknya Hadi Purwanto menjadi Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap menggantikan Hj Ratna Machmud yang terpilih menjadi Musi Rawas (Mura) beberapa waktu lalu.

Harapan baru pun muncul dari masyarakat Lubuklinggau terhadap pimpinan PDAM Tirta Bukit Sulap yang baru ini, sebab selama ini masyarakat banyak menilai PDAM belum mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini pun mengingatkan agar direktur yang baru dilantik untuk langsung bekerja memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Lubuklinggau.

"Jangan terima gaji malo (jangan terima gaji saja, setiap ada keluhan masyarakat jangan marah, kamu digaji masyarakat, jadi ketika ada yang komplain jangan marah," kata Nanan pada wartawan, Senin (17/5/2021).

Ia juga menegaskan penjaringan Direktur PDAM kali ini dilakukan oleh Timsel langsung, bahkan ia mengatakan ada beberapa oknum saat penjaringan coba bermain dengan cara melakukan pendekatan ke Timsel.

"Tapi Timsel tidak melakukan itu, semuanya sudah teruji semua, dari sisi materi Timsel tidak termakan lagi hal semacam itu, hasil nilai Timsel (Hadi) ini paling tinggi, bahkan dari hati yang paling dalam nilainya 80 sama seperti yang saya inginkan," ungkapnya.

Ia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir, sebab Pemkot akan melakukan evaluasi, bahkan untuk pejabat baru ada kontrak kinerja selama enam bulan, apabila tidak mampu atau tidak ada perubahan maka bisa jadi akan dicopot.

"Masyarakat tidak perlu khawatir saya tidak ada hubungan saudara dengan dia (Hadi) nanti tanda tangan ukuran kinerja, standarnya sudah kita buat, kalau tidak mereka bisa diganti," ujarnya

Menurutnya persoalan PDAM saat ini sangat komplek dalam artian harus banyak dibenahi, karena banyak PDAM yang jarang sekali mengikuti perkembangan wilayah.

"Salah satu Contohnya Palembang dulu pernah terbaik kalau pembenahan butuh 500 M, Muara Enim juga demikian, bahkan 90 M minjam bank dunia, sementara Lubuklinggau tidak tapi kita lakukan perbaikan bertahap," katanya.

Ia pun mengungkapkan, untuk Lubuklinggau selama ini telah dilakukan perbaikan dengan pembangunan reservoir baru, dan menambah intake-intake untuk suplay air.

"Permasalahannya dalam dua tahun kemarin kita mendapat banjir bandang setahun dua kali, padahal selama ini banjir bandang 40 tahun sekali sekarang setahun dua kali, akibatnya airnya keruh dan berlumpur," ujarnya.

Sementara, untuk sumber pendapatan PDAM Tirta Bukit Sulap sebenarnya sudah bisa membiayai operasional sendiri, income tahun lalu sudah mencapai Rp 800 juta per bulan baik dari hasil penagihan dan tunggakan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved