Breaking News:

Berita Bisnis

H-1 Larangan Mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H, Load Factor Penerbangan Nyaris 100 Persen

Alhamdulillah rute Palembang-Tanjung Pinang 100 persen dari batas maksimum yang boleh diisi atau tetap dengan prokes.

ISTIMEWA
Layanan kargo Garuda Indonesia di Bandara Sultan Muhammad Badaruddin (SMB) II Palembang. Menjelang lebaran Idul Fitri 1442 H layanan pengiriman paket naik imbas larangan mudik. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Satu hari, H-1 larangan mudik lebaran yang diberlakukan 6-17 Mei dimanfaatkan sejumlah masyarakat yang pergi ke kampung halaman untuk bisa berlebaran bersama keluarga membuat permintaan penerbangan naik.

Maskapai Sriwijaya Air misalnya, hari ini, Rabu (5/5/2021) dipenuhi penumpang yang akan berangkat hingga keterisian kursi penumpang (load factor) di atas 90 persen untuk rute penerbangan Palembang- Tanjung Pinang Bangka dan Palembang dan Palembang-Tanjung Pandan Belitung.

"Alhamdulillah rute Palembang-Tanjung Pinang 100 persen dari batas maksimum yang boleh diisi atau tetap dengan prokes karena hari ini karena hari terakhir beroperasi sebelum larangan mudik," ujar Kepala Cabang Sriwijaya Air Palembang, Yudo, Rabu (5/5/2021).

Kondisi serupa juga dialami maskapai nasional Garuda Indonesia yang kebanjiran penumpang. Meski saat ini hanya melayani satu rute saja yakni Palembang-Jakarta pulang pergi namun permintaan penumpang nyaris penuh.

Baca juga: Polres Ogan Ilir Turut Sidak Pasar Indralaya Cek Ketersediaan Pangan Jelang Lebaran

Baca juga: PTQ Nasional ke-51 di Palembang Resmi Berakhir, Banjarmasih Raih Juara Umum

General Manager Garuda Indonesia Palembang, Meisye Paulina Tambunan mengatakan, tingginya permintaan keberangkatan membuat Garuda menukar dua pesawat Boeing nya menjadi pesawat jumbo Airbus agar bisa menampung lebih banyak penumpang.

"Load factor 98 persen air bus tadi dan sesuai prokes dengan menerapkan jaga jarak," ujar Meisye.

Penggantian pesawat ini dilakukan karena saat ini Garuda mengurangi frekuensi terbangnya dari semula tiga kali menjadi dua kali per hari.

Tingginya permintaan juga membuat Garuda tidak menambah frekuensi terbang tapi hanya mengganti pesawat besar saja. (sp/tnf)

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Hartati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved