Breaking News:

Penanganan Corona

Positivity Rate di Sumsel Sentuh Angka 30,8 Persen, Sekda Sumsel Nasrun Umar Ungkap Ini Penyebabnya

Di kondisi sekarang kita serba salah. Dilarang masyarakat tetap kucing-kucingan keluar rumah mengunjungi pusat belanja.

SRIPO/JATI
Sekda Provinsi Sumsel, Nasrun Umar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Lesty Nuraini pada konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah di Aula Bina Praja, Senin (3/5/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Positivity rate di Sumatra Selatan tercatat mengalami peningkatan di angka 30,8 persen setelah sepekan sebelumnya hanya sebesar 27 persen.

Angka ini pun melebihi target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang harus di bawah lima persen.

Sekretaris Daerah Sumsel, Nasrun Umar, mengatakan, tingginya positivity rate ini karena mobilitas masyarakat Sumsel yang kian meningkat sejak awal Ramadan hingga saat ini karena tradisi turun temurun di bulan tersebut.

"Kami (pemprov Sumsel) ada keterbatasan. Keras kepada masyarakat tidak bisa, tidak keras inilah yang terjadi. Sekarang kita bermain dengan ketegasan dengan humanis yang tinggi," katanya, Senin (3/5/2021).

Menurutnya, untuk menekan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan menjelang lebaran merupakan dilema tersendiri bagi pemerintah. Hal ini karena telah menjadi kebiasaan yang membudaya untuk masyarakat Sumsel khususnya Kota Palembang, termasuk untuk berbelanja memenuhi kebutuhan pangan dan sandang di momen keagamaan tersebut.

"Di kondisi sekarang kita serba salah. Dilarang masyarakat tetap kucing-kucingan keluar rumah mengunjungi pusat belanja. Tidak dilarang, ya kita tahu potensi tertularnya virus sangat mungkin terjadi. Tapi mau tidak mau, kita perintahkan pemda untuk lebih masif perketat pengawasan," jelasnya.

Baca juga: Mudik Lokal Dilarang, Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Minta Warga Tidak Mudik, Utamakan Kesehatan

Baca juga: Bupati Musi Banyuasin H Dodi Reza Alex Tegaskan Warga Muba Dilarang Mudik

Dia menyebutkan, saat ini tren penyebaran virus korona di Sumsel berada di peringkat 14 nasional dengan jumlah kasus sebanyak 20.726, sedangkan kasus nasional 1.677.284.

Angka kesembuhan (recovery rate) kesembuhan berada pada rangking 21 yakni 87,48 persen di bawah nasional yaitu 91, 3 persen.

"Angka kesembuhan Sumsel dalam range yang tidak terlalu jelek. Tapi, hal tersebut yang harus kita lakukan improvement. Kita sempurnakan tingkat recovery rate. Dengan memastikan 11 dari 20 Rumah Sakit kita optimalkan," ujar dia.

Persebaran kasus Covid-19 yang masih tinggi di beberapa kabupaten/kota diSumsel juga tengah menjadi fokus pemerintah untuk diturunkan. Dua daerah yang terkategori zona merah seperti Oku Timur dan Kota Palembang juga menjadi perhatian khusus Pemprov Sumsel.

"PPKM mikro mutlak harus dilaksanakan . Ada beberapa kegiatan yang menjadi fokus sekarang di bulan suci Ramadan. Ketika zona merah dan oranye sama sekali tidak boleh ada kegiatan, seperti salat taraweh dan Idulfitri 50 persen di masjid," kata Nasrun. (sp/mg3)

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved