Breaking News:

113 Advokat Palembang Siap Dampingi Munarman Eks Sekum FPI : Kami Sangat Mengecam

Karena Munarman seorang Advokat yang sedang menjalankan profesinya sebagai Penasehat Hukum Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang perkaranya dalam proses

Dian Erika/ Kompas.com
Munarman, Mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) ditangkap oleh Densus 88. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Terkait penangkapan terhadap Munarman eks Sekum Front Pembela Islam (FPI) yang dilakukan Densus 88 Anti Teror tanggal 27 April 2021 sekira pukul 15.00 WIB di Perumahan Modern Hills Cinangka Pamulang Tangerang Selatan, Solidaritas Advokat Palembang siap dampingi Munarman dalam proses hukum yang akan dijalani. 

Ketua Tim Solidaritas Advokat Palembang M Husni Chandra SH MHum menuturkan, Advokat Palembang mengecam penangkapan rekan sejawat mereka yakni Munarwan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror  kemudian dibawa ke Rutan Narkoba Polda Metro Jaya dengan kedua matanya ditutup kain hitam dan tangan diborgol. 

"Kami sebagai Advokat yang merupakan rekan sejawat saudara  Munarman, sangat mengecam tindakan yang dilakukan aparat. Dari itulah, kami sejumlah 113 advokat siap mendampingi saudara Munarman," katanya, Sabtu (11/4/2021). 

Karena Munarman seorang Advokat yang sedang menjalankan profesinya sebagai Penasehat Hukum Imam Besar Habib Rizieq Shihab yang perkaranya dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.   

Profesi Advokat merupakan profesi Officium nobile atau profesi yang terhormat dan aparat penegak hukum yang bebas, mandiri dan tunduk pada Undang-Undang Advokat. 

Mantan petinggi ormas FPI, Munarman saat tiba di Polda Metro Jaya usai ditangkap Densus 88 Antiteror di Perumahan Modern Hill, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sore.
Mantan petinggi ormas FPI, Munarman saat tiba di Polda Metro Jaya usai ditangkap Densus 88 Antiteror di Perumahan Modern Hill, Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (27/4/2021) sore. (KOMPAS.com/Muhamad Isa Bustomi)

Baca juga: Polri Akhirnya Buka Suara Soal Munarman Masih Dilarang Ditemui : Kasus Terorisme itu Berbeda

Baca juga: Aziz Yanuar akan Surati Kapolri karena Dilarang Bertemu Munarman : Sosok Humanis, Berhati Lembut

"Pada Pasal 16 Undang-Undang Advokat menyatakan, Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya. Dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan.  Dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor: 26/PUU-XI/2013; bahwa advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien di dalam maupun di luar sidang pengadilan," ungkap Chandra. 

Peristiwa penangkapan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror diduga ada kaitannya dengan kegiatan advokasi Munarman kepada Imam Besar Habib Rizieq Shihab.

Hal ini terindikasi dengan tuduhan-tuduhan tindak pidana yang dilakukan Munarman pada tahun 2014 hingga l 2015.

Terkesan tuduhan-tuduhan tersebut, dipaksakan sehingga Munarman tidak dapat lagi melakukan pendampingan hukum terhadap Imam Besar Habib Rizieq Shihab. 

Dari itulah, Advokat Palembang menyatakan bila penangkapan Munarman yang dilakukan oknum aparat Densus 88 terkesan menunjukkan sikap yang arogan, dan mencederai profesi Officium nobile Advokat.  

"Oknum Densus 88 dalam melaksanakan tugasnya  secara sewenang-wenang dan tidak sesuai dengan ketentuan hukum yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP).  Munarman yang ditangkap juga belum pernah dilakukan pemeriksaan dan ditetapkan statusnya sebagai tersangka sebagaimana disyaratkan dalam KUHAP junto Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor : 21/PUU-XII/2014," jelasnya. 

Harusnya, pelaksanaan penangkapan orang yang diduga melakukan Tindak Pidana Terorisme harus dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip Hak Asasi Manusia. 

Menurut Husni,  jangankan penangkapan, pemanggilan seorang Advokat untuk kepentingan pemeriksaan yang berkaitan dengan tugas menjalankan profesinya harus dilakukan melalui organisasi advokat dimana advokat tersebut bernaung.  

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Weni Wahyuny
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved