Berita Palembang
Panas Kota Palembang Capai 34 Derajat Celsius, Ini Penjelasan BMKG
Perlu diketahui bersama bahwa fenomena udara gerah ini sebenarnya adalah fenomena biasa pada saat memasuki musim kemarau
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
Bahkan, dua Kabupaten di Sumatera Selatan seperti Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin (Muba) sudah mengalami kekeringan.
"Diperkirakan tahun ini kondisi kemarau akan berlangsung seperti 2019, puncak kemarau Agustus," kata Kepala Stasiun Klimatologi Palembang Hartanto kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).
Baca juga: Ayah Sudah Meninggal, Bharada I Komang Wiranata Tulang Punggung Keluarga, Bantu Biaya Sekolah 3 Adik
Baca juga: Cari Solusi Bahas Wacana Mudik Antar Wilayah di Sumsel, Ditlantas Polda Sumsel Rapat Lintas Sektoral
Hartanto menjelaskan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan harus dilakukan secara cepat.
Sebab, mereka memprediksi hari tanpa hujan (HTH) akan berlangsung lama.
HTH sendiri akan berlangsung pada Juni, Juli dan Agustus 2021.
Dengan demikian, potensi kebakaran hutan dan lahan akan terus terjadi selama kurun waktu tersebut.
"Perlu langkah cepat bagi pemerintah dan pihak-pihak penanganan karhutla untuk waspada, karena HTH akan berjalan cukup lama. Tahun ini akan lebih kering dibanding tahun 2020," ujar dia.
Menurut Hartanto, selama tiga bulan itu, intensitas hujan kurang dari 50 milimeter per 10 hari, sehingga berpotensi menimbulkan karhutla akibat cuaca panas.
"Ketika kemarau, peluang hujan kecil, yakni di bawah 50 milimeter per 10 hari. Namun, untuk sekarang curah hujan masih tinggi," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ilustrasi-panas.jpg)