Breaking News:

Berita Empat Lawang

KBM Terbatas Kembali Diberlakukan di Empat Lawang

Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilangsungkan secara bergantian atau terbatas dan wajib menerapkan prokes.

Penulis: Sahri Romadhon
Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Suasana KBM terbatas di SD Negeri 5 Tebing Tinggi, Empat Lawang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Pembelajaran dengan tatap muka yang sebelumnya sempat ditiadakan dan dialihkan menjadi daring di rumah karena pandemi, di Kabupaten Empat Lawang, Senin (26/4/2021) kemarin sudah berlangsung seperti sedia kala.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) dilangsungkan secara bergantian atau terbatas dan wajib menerapkan prokes.

Hal ini berlaku karena mengacu pada Surat Edaran Bupati Empat Lawang, pembelajaran dengan tatap muka secara terbatas bisa dilangsungkan 19 April yang lalu.

Terkait mekanisme pembelajaran tatap muka di sekolah pihak sekolah memberlakukan jam belajar selama 2 Jam setengah tanpa istirahat dan membatasi kelas yang hanya diisi oleh 18 murid saja.

Akan tetapi berhubung pada tanggal tersebut berbarengan dengan Ujian Sekolah. Dimana sejumlah sekolah dan guru memutuskan pembelajaran tatap muka terbatas ini hanya berlaku bagi siswa kelas 5 dan 6 SD. Kemudian setelah selesai ujian sekolah siswa kelas 1,2 3 Dan 4 bisa melakukan belajar dengan tatap muka.

"Sebetulnya KBM tatap muka sudah di berlakukan dari 19 April menyesuaikan surat edaran bupati, tapi karena hari tersebut sedang ada ujian sekolah, maka hanya untuk bagi siswa kelas 5 dan 6 saja, kemudian menyusul kelas 1,2,3, dan 4," ujar Nani, Kepala SD Negeri 5 Tebing Tinggi.

Baca juga: PPDB SD dan SMP di Palembang Digelar Online, Ini Kendala yang Ditemukan Sekolah

Baca juga: Febrita Lustia Herman Deru Bocorkan Baju Seragam Untuk Lebaran Idul Fitri 1442 Tahun Ini

Selain itu salah seorang orang tua murid SD N 7 Tebing Tinggi, Ijah Menyampaikan bahwa dirinya dan orang tua lainny senang karena KBM tatap muka kambali berlaku.

"Jelas kami senang, setahun lebih anak- anak belajar di rumah secara daring, yang dimana saya rasa kurang efektif dan tidak efesien, dengan diberlakukan kembali KBM tatap muka anak-abak lebih mudah menerima pelajaran," kata Ijah.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved