Berita Muratara
Cari Uang di Muratara, Habiskannya di Luar, Bupati Devi: Kapan Daerah Mau Maju
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni menegaskan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus menetap di muratara.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Rahmat Aizullah
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) Devi Suhartoni menegaskan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) setingkat kepala dinas dan sekretaris harus menetap di daerah itu.
Kebijakan itu mulai berlaku sejak 1 April 2021, namun ternyata masih banyak yang belum mematuhi instruksi bupati tersebut.
Padahal Bupati Devi Suhartoni sudah berulang kali menyampaikan kepada para kepala OPD termasuk sekretaris agar menetap di Muratara.
"Kalau Kepala OPD dan sekretaris saya sudah minta harus tinggal di Muratara, tanpa terkecuali," kata Devi Suhartoni, Minggu (25/4/2021).
Menurut dia, selama ini banyak Kepala OPD dan sekretaris tinggal di Kota Lubuklinggau.
Baca juga: Ada Perusahaan di Muratara Disebut Tak Menaati Kewajiban Pajak, Nilainya Mencapai Puluhan Miliar
Untuk PNS di bawah kepala dinas dan sekretaris, Devi mengaku harus memikirkan cukup atau tidaknya gaji mereka bila harus menyewa rumah atau kontrakan di Muratara.
"Kalau PNS di bawah itu saya masih mikir dulu, karena saya pemimpin, mereka harus pindah ke Muratara juga atau tidak. Kalau mereka pindah juga cukup tidak gajinya untuk menyewa rumah, itu harus saya pikirkan juga, makanya kebijakan saya baru Kepala OPD dan sekretaris," kata Devi.
Menurut dia, setiap kebijakan memang ada pro dan kontra, namun apapun itu akan dijalankannya dengan maksimal.
Devi menegaskan pegawai Pemkab Muratara harus ikut andil memacu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Bagaimana mau maju Muratara kalau pegawai tinggal di luar daerah, cari uang di sini, habiskan uang dan belanjanya di luar," sindir Devi.
Baca juga: Bus Angkutan Umum Masih Melintasi Jalinsum Sumsel-Jambi di Muratara, Diyakini Belum Ada Pemudik
Sementara PNS yang meminta namanya tidak ditulis mengungkapkan kebijakan Bupati Devi Suhartoni itu sebenarnya bagus.
Namun sayangnya, kata dia, kebijakan tersebut kurang didukung oleh masyarakat Kabupaten Muratara.
"Saya pribadi bukannya tidak mau tinggal di Muratara, tapi kalau mendengar harga kontrakan di sini mending saya tinggal di Linggau, rumah sendiri," kata narasumber.
Dia mengatakan pemilik kontrakan/bedeng menetapkan harga sewa cukup tinggi terutama di wilayah ibukota Muara Rupit dan sekitarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/bupati-muratara-devi-suhartoni-01.jpg)