Breaking News:

Anjing yang Dijadikan Sate di Solo Tak Disembelih Tapi Dipukul, Disebut Agar Tidak Mengubah Rasa

Anjing yang Dijadikan Sate di Solo Tidak Disembelih Tapi Dipukul, Disebut Agar Tidak Mengubah Rasa

TribunSolo.com/Dok DMFI
ILUSTRASI : Anjing diikat mulutnya dan dimasukkan ke dalam karung yang sempit sebelum dijagal. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Adi Surya Samodra

TRIBUNSUMSEL.COM, SOLO - Di Solo, anjing yang dijadikan sate ternyata tidak disemeblih namun dipukul.

Bukan tanpa sebab, hal tersebut dilakukan agar tidak mengubah rasa.

Solo Raya menjadi salah satu kawasan yang terkenal sebagai surganya kuliner ektrim olahan daging anjing.  

Di Solo, misalnya, ada setidaknya 85 warung makan yang menawarkan kuliner ekstrim tersebut. 

Warung-warung tersebut mendapat pasokan dari luar Kota Solo, diantaranya Wonogiri dan kawasan Jawa Barat.

Pengirimannya melalui jalur darat, yakni truk. 

Tim koalisi Dog Meat Free Indonesia (DMFI) Kota Solo, Mustika mengungkapkan kurang lebih 1.200 ekor anjing yang dibunuh dalam sebulannya.

Itu didasarkan hasil investigasi yang dilakukan tahun 2019.

Invetigasi tersebut menyebut setidaknya satu truk bisa datang 3 kali dalam seminggu ke kawasan Solo Raya.

Halaman
1234
Editor: Slamet Teguh
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved