Ramadhan 2021

Apa Itu Puasa Bedug? Ini Arti Serta Hukum Melaksanakannya

Tanpa disadari kamu mungkin pernah melakukan "Puasa Beduk/Bedug" pada saat bulan Ramadhan. Lantas apa yang dimaksud dengan puasa bedug/beduk?

Tayang:
Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: Slamet Teguh
Tribun Sumsel
Apa Itu Puasa Bedug? Ini Arti Serta Hukum Melaksanakannya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Apa Itu Puasa Bedug? Ini Arti Serta Hukum Melaksanakannya.

Kamu pastinya tidak asing dengan istilah "Puasa Bedug" apalagi pada saat bulan Ramadhan.

Tanpa disadari kamu mungkin pernah melakukan "Puasa Beduk/Bedug" pada saat bulan Ramadhan.

Baca juga: Sahkah Puasa Seorang Muslim yang Lupa Niat dan Makan Sahur? Ini Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: Batalkah Puasa Menelan Dahak? Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Istilah puasa beduk/bedug, biasanya dilakukan orang tua kepada anak-anaknya terlebih di bulan Ramadhan, sebagai pembelajaran.

Lantas apa yang dimaksud dengan puasa bedug/beduk? Simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Puasa Beduk

Dihimpun dari berbagai sumber, Puasa Beduk adalah puasa yang dimulai dari waktu subuh sampai dengan azan Zuhur yang tidak ada dasarnya dalam agama islam.

Puasa beduk disebut juga dengan puasa setengah hari karena hanya dilaksanakan sampai dengan siang hari saja.

Puasa ini biasanya hanya dilakukan oleh anak-anak yang baru mulai belajar untuk berpuasa Ramadhan, dan tidak boleh dilakukan oleh orang dewasa.

Baca juga: Apa Hukum Puasa Lupa Makan Sahur? Apakah Puasanya Sah? Ini Penjelasan Buya Yahya

Baca juga: 7 Tempat Ngabuburit di Kota Palembang, Cocok untuk Menunggu Waktu Buka Puasa, Mudah Dijangkau

Lantas bagaimanakah hukumnya?

Puasa bedug dilakukan anak-anak menahan lapar dan haus dan sebagai pembelajaran di bulan Ramadhan.

Menurut Syekh Ali Jaber dikutip di Youtube Rajawali Televisi, anak-anak tidak ada kewajiban untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, namun tidak ada salahnya apabila dilatih untuk berpuasa selama setengah hari.

"Anak-anak tidak ada kewajiban untuk mendapatkan perintah menjalankan ibadah puasa dan shalat karena belum taklif (baligh) tapi tidak salah orang tua mendidik anaknya untuk berpuasa walaupun setengah hari supaya terlatih sejak kecil," kata Syekh Ali Jaber dalam tayangan Rajawali TV 19 Mei 2018 lalu.

"Allah swt tidak akan mengurangi pahala-pahala perjuangan orang tua yang mendidik anaknya menjadi anak yang baik dan shaleh walaupun dengan berpuasa setengah hari," sambungnya.

Baca juga: Bagaimana Hukum Orang Tidur Sepanjang Hari saat Puasa Ramadhan ?

Baca juga: 5 Pilihan Olahraga Ringan Saat Puasa Ramadhan, Bermanfaat Hindari Kelelahan dan Tetap Bugar

Baca juga: Batalkah Merokok saat Puasa Ramadhan ? Berikut Penjelasannya

Adapun orang-orang dewasa yang berpuasa seperti anak-anak maka puasanya tidak sah, sebab waktu berpuasa yang benar telah dijelasakan dalam Al Quran Surat Al Baqarah ayat 187 :

اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْاَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْاَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِۖ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيْلِۚ وَلَا تُبَاشِرُوْهُنَّ وَاَنْتُمْ عَاكِفُوْنَۙ فِى الْمَسٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُوْدُ اللّٰهِ فَلَا تَقْرَبُوْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ اٰيٰتِهٖ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

Latin : uḥilla lakum lailataṣ-ṣiyāmir-rafaṡu ilā nisā`ikum, hunna libāsul lakum wa antum libāsul lahunn, 'alimallāhu annakum kuntum takhtānụna anfusakum fa tāba 'alaikum wa 'afā 'angkum, fal-āna bāsyirụhunna wabtagụ mā kataballāhu lakum, wa kulụ wasyrabụ ḥattā yatabayyana lakumul-khaiṭul-abyaḍu minal-khaiṭil-aswadi minal-fajr, ṡumma atimmuṣ-ṣiyāma ilal-laīl, wa lā tubāsyirụhunna wa antum 'ākifụna fil-masājid, tilka ḥudụdullāhi fa lā taqrabụhā, każālika yubayyinullāhu āyātihī lin-nāsi la'allahum yattaqụn

Artinya : Dihalalkan bagimu pada malam hari puasa bercampur dengan istrimu. Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menahan dirimu sendiri, tetapi Dia menerima tobatmu dan memaafkan kamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah bagimu. Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam. Tetapi jangan kamu campuri mereka, ketika kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah ketentuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, agar mereka bertakwa.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved