Breaking News:

Ramadhan 2021

Batalkah Puasa Menelan Dahak? Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Kebanyakan dari kita menganggap menelan dahak adalah hal biasa meski sedang melakukan ibadah puasa. Bahkan tidak jarang kita menyepelekan perkara itu.

Instagram @buyayahya_albahjah
Pendiri Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau lebih dikenal dengan Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai menelan dahak saat berpuasa. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Puasa batal atau tidak jika menelan dahak? Pertanyaan ini kerap muncul saat Bulan Ramadhan. 

Kebanyakan dari kita menganggap menelan dahak adalah hal yang biasa meski sedang melakukan ibadah puasa.

Bahkan tidak jarang dari kita menyepelekan perkara menelan dahak tersebut.

Baca juga: Bagaimana Hukum Orang Tidur Sepanjang Hari saat Puasa Ramadhan ?

Baca juga: 5 Pilihan Olahraga Ringan Saat Puasa Ramadhan, Bermanfaat Hindari Kelelahan dan Tetap Bugar

Lantas bagaimanakah hukum menelan dahak apabila dalam kondisi berpuasa? Batalkah puasa kita? Simak penjelasan dari Buya Yahya berikut.

Tidak Batalkan Puasa Asal...

Pendiri Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau lebih dikenal dengan Buya Yahya memberikan penjelasan mengenai menelan dahak saat berpuasa.

Dirinya mengatakan, batasan para ulama dalam kitab Imam Syafi'i R.A mengenai menelan dahak sama halnya dengan muntah atau serdawa.

"Seandainya didalam diri kita dirasa ada yang mau keluar atau dahak, maka hukum dahak kita samakan dengan hukum serdawa atau muntah ," kata Buya Yahya dalam Youtube Al Bahjah TV.

Baca juga: Bolehkah Berkumur Wudhu Saat Sedang Berpuasa ? Ini Kata Ustadz Adi Hidayat

Baca juga: Apa Hukum Puasa Lupa Makan Sahur? Apakah Puasanya Sah? Ini Penjelasan Buya Yahya

Dijelaskan oleh Buya Yahya, sesuatu yang diduga akan keluar dalam tubuh manusia (dahak) apabila keluar tidak disengaja dan telah mencapai pangkal tenggorokan maka harus segera dibuang.

"Sesuatu yang diduga dari dalam, kalau keluarnya tidak kita sengaja, terasa saja seperti mau keluar, maka dilihat sesuatu tersebut jika sudah keluar lewat batas kho' (pangkal tenggoronkan)kemudian kita telan lagi, maka batal lah puasa kita," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya melanjutkan, jika dahak telah melampaui pangkal tenggorokan atau makraj halqi, maka dahak akan mudah untuk keluar sehingga tidak boleh ditelan kembali.

Apabila dahak ditelan kembali kedalam tubuh, maka hal tersebut akan membatalkan puasa.

"Sebab kalau sudah keluar dari batas makhraj kho', itu sudah gampang untuk dibuang. Dahak selagi belum keluar dari batas kho' telan saja ndak masalah, tapi kalau sudah ada di pangkal tenggorokan harus dibuang" kata Buya Yahya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved