Breaking News:

Ramadan 1442 Hijriah

Sahkah Puasa Seorang Muslim yang Lupa Niat dan Makan Sahur? Ini Penjelasan Buya Yahya

Selain sahur, umat muslim juga diwajibkan untuk membaca niat, lantas bagaimana jika seseorang bangun di pagi hari sehingga keduanya lupa dilakukan.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman | Editor: M. Syah Beni
Tribun Sumsel
Sahkah Puasa Seorang Muslim yang Lupa Niat dan Makan Sahur? Ini Penjelasan Buya Yahya 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Sahkah Puasa Seorang Muslim yang Lupa Niat dan Makan Sahur? Ini Penjelasan Buya Yahya.

Umat muslim menjalankan ibadah puasa lebih dari 12 jam selama bulan Ramadhan, terhitung sejak terbit hingga terbenamnya matahari.

Baca juga: Bolehkah Mandi Jubub Setelah Imsak Saat Puasa di Bulan Ramadhan, Ini Penjelasan Ustaz

Baca juga: Batalkah Puasa Menelan Dahak? Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Buya Yahya

Sebelum menjalankan ibadah puasa, seorang muslim diharuskan untuk melakukan makan sahur yang dilakukan pada waktu malam menjelang masuknya subuh.

Selain itu, umat muslim juga diwajibkan untuk membaca niat puasa yang dilakukan selepas makan sahur.

Namun bagaimana jika seorang muslimin yang akan berpuasa justru terjaga di pagi hari sehingga kedua hal tersebut tidak dilakukan? Berikut penjelasan Buya Yahya.

Puasa Bisa Dilanjutkan

Dikutip dari Al Bahjah TV, Buya Yahya menjelasakan bahwa dalam Mazhab Imam Syafi'i, Maliki dan Hambali serta Jumhur Ulama bahwa puasa yang dilakukan seorang muslim tidak sah apabila tidak melaksanakan makan sahur dan niat puasa.

"Bagi siapapun yang tidak berniat (puasa) dimalam hari, tidak ada tabyittun niat dan juga tidak sahur, maka puasanya adalah tidak sah dalam jumhur ulama," tegas Buya Yahya.

Namun, Buya Yahya menerangkan lebih lanjut terkait dengan permasalahan lupa niat dan melaksanakan makan sahur bagi seorang muslim.

Baca juga: 7 Tempat Ngabuburit di Kota Palembang, Cocok untuk Menunggu Waktu Buka Puasa, Mudah Dijangkau

Baca juga: 5 Pilihan Olahraga Ringan Saat Puasa Ramadhan, Bermanfaat Hindari Kelelahan dan Tetap Bugar

Baca juga: Bagaimana Hukum Orang Tidur Sepanjang Hari saat Puasa Ramadhan ?

Dirinya mempertimbangkan berdasarkan Fatwa dari Mufti Makkah Syekh Alwi Assegaf yang memberikan aturan terkait makan sahur serta niat puasa yang sesuai dengan keadaan orang-orang awam.

"Akan tetapi kita ingat Syekh Alwi Assegaf, mufti Makkah waktu itu menulis dalam mukoddimah nya mengingatkan bahwasanya untuk orang awam kita harus benar-benar memberikan fatwa yang sesuai dengan keadaaan mereka," jelasnya.

Buya Yahya melanjutkan, seseorang muslim bisa melanjutkan puasanya apabila benar-benar lupa sehingga tidak sempat melaksanakan sahur dan niat puasa, baik dikarenakan padatnya pekerjaan maupun hal lainnya.

Bagi orang-orang yang terjaga di pagi hari sehingga tidak makan sahur dan lupa membaca niat melakukan puasa, Buya Yahya menyarankan untuk mengikuti mazhab Abu Hanifah Radiyallahu anhu.

"Jika dia memang benar-benar lupa dan bukan main-main karena kelelahan akan pekerjaannya sahurpun sampai lupa maka jawabanny adalah lanjutkan, niatlah dan ikut dengan Mazhab Abu Hanifah R.A yang memperkenankan niat di pagi hari

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved