Bulan Ramadan
3 Contoh Kultum Tarawih di Penghujung Ramadhan 1447 H, Mengandung Makna dan Penuh Haru
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah, Malam ini, udara terasa berbeda. Ada rasa sesak y
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Putri Kusuma Rinjani
TRIBUNSUMSEL.COM - Saat ini umat muslim sudah berada di penghujung bulan Ramadhan 1447 Hijriyah.
Namun untuk pelaksanaan Sholat Tarawih masih akan terus berlangsung hingga malam takbiran tiba.
Adapun materi Kultum Tarawih yang akan dibahas kali ini adalah tentang penghujung bulan Ramadhan yang penuh makna ini.
Berikut akan Tribunsumsel.com sajikan 3 contoh Kultum Tarawih di penghujung bulan Ramadhan 1447 H/2026 yang menyentuh hati dan bikin nangis.
___
Kumpulan Kultum Tarawih Ramadhan
#Contoh (1)
"Koper yang Belum Terisi, Ramadhan yang Berpamitan"
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Jamaah shalat isya dan tarawih yang dirahmati Allah,
Malam ini, udara terasa berbeda. Ada rasa sesak yang perlahan merayap di dada saat kita menyadari bahwa masjid yang tadinya penuh sesak di malam pertama, kini mulai menyisakan ruang-ruang kosong. Namun, bukan itu yang paling menyedihkan.
Yang paling menyayat hati adalah kenyataan bahwa Ramadhan—tamu agung yang kita nanti-nantikan selama sebelas bulan—kini sedang berkemas. Ia sedang melipat sajadahnya, ia sedang menutup lembaran kitab sucinya, dan ia bersiap untuk pergi meninggalkan kita.
Bayangkanlah, Ramadhan adalah seorang tamu yang membawa koper-koper kosong. Ia datang ke rumah kita dan berkata, "Isilah koperku dengan amalmu, maka aku akan membawanya ke hadapan Allah sebagai saksi pembelamu."
Namun, lihatlah diri kita di penghujung hari ini. Sudahkah koper itu terisi? Ataukah kita justru terlalu sibuk dengan urusan duniawi, sibuk memikirkan baju baru, sibuk memikirkan hidangan lebaran, hingga kita membiarkan tamu agung ini pulang dengan tangan hampa?
Saudara-saudaraku, menangislah jika hari ini tilawah kita belum khatam. Menangislah jika di malam-malam terakhir ini, mata kita lebih banyak menatap layar ponsel daripada menatap ayat-ayat cinta-Nya.
Rasulullah SAW dan para sahabat, ketika sampai di penghujung Ramadhan, wajah mereka pucat pasi karena takut. Bukan takut kehilangan harta, tapi takut jika Ramadhan berlalu namun dosa-dosa mereka belum terampuni. Mereka beribadah seolah-olah hari esok mereka akan mati.
Coba tanyakan pada hati kecil kita: Apakah ini Ramadhan terakhirku? Berapa banyak kerabat kita yang tahun lalu masih duduk bersimpuh di samping kita, namun tahun ini mereka sudah mendekam di bawah nisan? Mereka berteriak dari alam kubur, memohon satu menit saja untuk kembali ke dunia agar bisa sujud di malam Lailatul Qadar, namun pintu itu sudah tertutup.
Sementara kita, yang masih diberi nafas, justru menyia-nyiakan sisa waktu yang tinggal menghitung jam ini.
| Dari Balik Jeruji Besi, Sebulan Penuh Warga Binaan Lapas Sekayu Raih Berkah Khataman Al Quran |
|
|---|
| Doa Akhir Ramadhan dan Doa 1 Syawal 1447 Hijriah Sesuai Ajaran Rasulullah SAW |
|
|---|
| 50 Kata-Kata Mutiara Jumat Terakhir Ramadhan 2026, Bikin Nangis dan Menyentuh Hati untuk Caption |
|
|---|
| Materi Khutbah Jumat Akhir Ramadhan 1447 H/2026, Khidmat dan Penuh Makna untuk Refleksi Diri |
|
|---|
| Niat Zakat Fitrah untuk Keluarga: Teks Arab, Latin, Arti, dan Batas Waktunya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/3-Contoh-Kultum-Tarawih-di-Penghujung-Ramadhan-1447-H-Mengandung-Makna-dan-Penuh-Haru.jpg)