Breaking News:

Berita Muratara

Aksi Pencuri Perabotan di Muratara Saat Listrik Padam Hujan Deras, Ini Imbauan Sat Reskrim Muratara

Waktu listrik padam ditambah hujan deras itu biasanya orang tidur nyenyak, saat itulah pencuri beraksi, maka hati-hatilah.

tribunsumsel.com/khoiril
Sat Reskrim Polres Muratara mengimbau warga untuk hati-hati saat hujan deras dan listrik padam karena sering dimanfaatkan pencuri. Gambar Ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diminta berhati-hati saat listrik padam dan hujan deras.

Pencuri perabotan rumah berkeliaran memanfaatkan momen tersebut untuk melancarkan aksi kejahatannya.

"Waktu listrik padam ditambah hujan deras itu biasanya orang tidur nyenyak, saat itulah pencuri beraksi, maka hati-hatilah," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Muratara, AKP Dedi Rahmad, Rabu (7/4/2021).

Dedi mengungkapkan, belum lama ini mereka menangkap seorang pria di Desa Sukamenang, Kecamatan Karang Jaya, atas laporan pencurian perabotan rumah warga.

Aksi pencurian itu dilakukan dini hari saat listrik di desa tersebut sedang padam ditambah lagi keadaan cuaca tengah hujan deras.

"Pelakunya sudah kami tangkap, menurut pengakuannya sudah beberapa kali mencuri, dia memanfaatkan momen listrik padam dan hujan deras," kata Dedi.

Sementara, Iwan, warga Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir mengaku rumahnya hampir saja kemalingan.

Dia menceritakan, beberapa hari yang lalu tepatnya pada malam hari dengan kondisi listrik padam dan hujan deras, rumahnya nyaris dibobol maling.

"Malam itu memang lampu mati, terus hujan deras, pas saya bangun pagi, saya mau keluarin motor, gembok pagar saya sudah rusak. Saya yakin ada yang mau mencuri di rumah saya, zaman sekarang memang kita harus hati-hati," kata Iwan.

Baca juga: Kecewa Sikap Bulog, Massa Demo Datangi DPRD Sumsel Tuntut Hal Ini

Baca juga: Utamakan Protokol Kesehatan, Panitia TPS Pilkades di OKU Timur Gunakan APD Lengkap

Warga lainnya, Nur mengungkapkan rumahnya juga nyaris dibobol maling karena ada bekas congkelan di pintu jendelanya.

Nur kini harus memasang pengaman berlapis di setiap pintu rumahnya baik pintu utama maupun jendela.

"Jadi selain kunci, saya pasangan kayu palang pintu, supaya maling tidak mudah membobol rumah saya," katanya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Rahmat Aizullah
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved