Breaking News:

Berita Ogan Ilir

Pemusnahan Barang Bukti di Kejari Kayuagung, Ada 10 Karung Beras Rastra Ikut Dimusnahkan.

Sesuai aturan yang berlaku, maka seluruh barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap ini harus kita lakukan pemusnahkan

TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Kejaksaan Negeri Kayuagung memusnahkan ratusan barang bukti yang berasal dari 103 perkara pidum dan satu perkara tindak pidana Khusus (Pidsus) berlangsung di halaman Kantor Kejari, Selasa (6/4/2021) siang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Kejaksaan Negeri Kayuagung memusnahkan ratusan barang bukti perkara tindak pidana umum (pidum) yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkrah) periode Oktober 2020 sampai dengan Maret 2021 dilakukan Kejaksaan Negeri Kayuagung, Selasa (6/4/2021).

Ratusan barang bukti yang dimusnahkan di halaman Kantor Kejari, ini berasal dari 103 perkara pidum dan satu perkara tindak pidana Khusus (Pidsus).

Kepala Kejaksaan Negeri Kayuagung, Abdi Reza Pachlewi Junus, SH MH didampingi didampingi Kasi Pengelolaan BB dan Barang Rampasan, Andi Supriyadi menyebutkan seluruh barang bukti telah selesai dimusnahkan.

"Sesuai aturan yang berlaku, maka seluruh barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap ini harus kita lakukan pemusnahkan," kata Andi.

Dikatakan lebih lanjut, adapun beberapa barang bukti yang terdiri dari Narkotika, senjata tajam (Sajam) serta senjata api rakitan (Senpira).

"Untuk jenis narkotika terdapat sabu-sabu sebanyak 120.96 gram dan 174 butir pil ekstasi kami musnahkan dengan cara di blender yang dicampur dengan deterjen lalu dibuang ke dalam septitank. Lalu senpira berjumlah 10 pucuk dan ada 18 bilah sajam dilakukan pemotongan," ucapnya.

Selain itu pula, ada barang bukti lainnya dari perkara tindak Pidsus yaitu berupa kurang lebih 10 karung beras rastra berbagai ukuran yang dimusnahkan dengan cara dikuburkan.

"Perkara ini tentang penyalahgunaan wewenang dan jabatan yakni penyelewengan beras rastra bulan Januari – Juli 2019 di Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang, Kabupaten OKI," bebernya kepada awak media.

Baca juga: 2 Pria Rampas HP 3 Pelajar di Muratara, Beraksi Pakai Pistol Pinjaman, Ongkos Sewa Rp 50 Ribu

Baca juga: Medina Siswi SD di Palembang Membuat Listrik Alternatif dari Kentang,Event SaPa Science Project Show

Menurutnya, dalam setahun terakhir merupakan barang bukti yang cukup banyak dimusnahkan membuktikan bahwa tindak pidana di OKI ini terbilang tinggi.

"Pengungkapan dan penangkapan akan terus kita lakukan, dan tentunya kita akan terus berupaya untuk menekan dan peniadaan peredaran Narkotika, senjata api rakitan serta lainnya," tegas dia.

"Kasus narkoba banyak, kami juga cukup banyak dapat tangkapan. Sekitar 25 persen tangkapan adalah kasus narkoba, ini jadi atensi khusus," imbuhnya.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved