Breaking News:

Berita Pendidikan

Medina Siswi SD di Palembang Membuat Listrik Alternatif dari Kentang,Event SaPa Science Project Show

SaPa Science Project Show diadakan setiap tahun, sesuai dengan kurikulum logika berpikir maka diadakan acara ini.

TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Medina Ghaisani Fallash Siswa kelas 3 SD di Sekolah Alam Palembang mempresentasikan Percobaan Listrik Alternatif dari Kentang di SaPa yang ada di Jalan Gub. HA Bastari Lorong Harapan, depan stasiun LRT Polresta Palembang, Selasa (6/4/3/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mengajarkan cara berpikir ilmiah sejak dini merupakan syarat mutlak terbentuknya generasi yang kokoh. Untuk itulah Sekolah Alam Palembang ( SaPa) mengadakan Science Project Show 2021.

"SaPa Science Project Show 2021 merupakan presentasi dan pameran karya ilmiah siswa SaPa," kata Pengelola Sekolah Alam Palembang Ana Apriani saat di SaPa yang ada di Jalan Gub. HA Bastari Lorong Harapan, depan stasiun LRT Polresta Palembang, Selasa (6/4/3/2021).

Lebih lanjut ia mengatakan, SaPa Science Project Show diadakan setiap tahun, sesuai dengan kurikulum logika berpikir maka diadakan acara ini.

"Tujuannya untuk mengajarkan anak-anak berpikir kritis supaya anak jadi problem solvers bukan trouble maker. Jadi terbiasa mencari masalah dan menemukan solusi dan mengatasinya," katanya

SaPa Science Project Show diadakan dari hari Senin sampai Rabu. Kegiatannya presentasi terkait penelitian anak-anak, mulai dari siswa TK, SD, SMP hingga SMA.

Sejak pagi siswa SaPa sudah datang ke Sekolah Alam Palembang. Berbagai persiapan dilakukan sebelum presentasi, bahkan para siswa dengan antusias mempersiapkan materi pemaparan.

Seperti Medina Ghaisani Fallash Siswa kelas 3 SD di Sekolah Alam Palembang, yang mempresentasikan tentang Percobaan Listrik Alternatif dari Kentang.

"Saya terpikir untuk membuat Percobaan Listrik Alternatif dari Kentang ini karena suka baca-baca dari buku. Buatnya dibantu orang tua," kata Medina saat dibincangi Tribun Sumsel di SaPa Amphitheater.

Ia menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan yaitu kentang, paku, kabel, jepit buaya, koin kuning, dan lampu LED.

Jadi disiapkan empat buah kentang, lalu tancapkan koin emas dan paku di masing-masing kentang. Kemudian sambungkan dari masing-masing kentang dengan penjepit buaya. Lalu masing-masing penjepit buaya paling ujung dijepitkan dengan satu lampu LED.

"Hasilnya kentang memiliki energi listrik, namun untuk menghidupkan satu lampu LED harus menggunakan lebih dari tiga kentang," kata Medina yang masih berusia 8 tahun.

Menurut Medina untuk mempersiapkan semua ini dibutuhkan waktu kurang lebih 3 hari. Mulai dari persiapan, beli bahan-bahan hingga semua selesai.

Baca juga: USP Pengganti UN Tingkat SMK Sedang Berlangsung, Siswa Wajib Ikut

Baca juga: Selama Ramadan, PDAM Tirta Musi Palembang Pastikan Distribusi Air Lancar

Sementara itu Founder SaPa Prof. Dr. dr. Yuwono, M.Biomed mengatakan, Science Project adalah cara tepat untuk mengasah nalar (logika berpikir).

"Generasi saat ini dan seterusnya mutlak membutuhkan nalar yang mumpuni, bukan sekedar akademik," kata Prof Yuwono.

Ikuti Kami di Google Klik

Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved