Breaking News:

Berita OKU Timur

OKU Timur Belajar Tatap Muka Sejak Januari 2021, Ini Penjelasan Kadisdikbud

Kemendikbud meminta sekolah pada Juli 2021. Kabupaten OKU Timur sudah melakukan sekolah tatap muka sejak Januari 2021. Ini penjelasan Kadisdikbud

SRIPOKU.COM/RESHA
Suasana sekolah SD Negeri 1 Martapura OKU Timur beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, semua sekolah harus sudah belajar tatap muka pada Juli 2021, namun Kabupaten OKU Timur sudah melakukan itu lebih dulu.

Diketahui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten OKU Timur sudah melakukan sekolah tatap muka sejak Januari 2021.

Kadisdikbud OKU Timur Wakimin Spd MM mengatakan, bahwa di dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 menteri itu memperbolehkan untuk melakukan sekolah tatap muka dengan persetujuan wali murid dan mengutamakan Protokol Kesehatan (Prokes).

"Pada saat itu banyak wali murid yang mengharapkan agar anaknya masuk belajar, maka dari itu yang menuntut untuk tatap muka kita fasilitasi dan yang masih daring juga kita fasilitasi," katanya saat dihubungi tribunsumsel via WhatsApp. Kamis (1/4/2021).

Baca juga: 28 Atlet Sepakbola OKU Timur Ikut Turnamen SFC di Palembang, Dilepas Langsung Bupati Lanosin

Dijelaskan dia, bahwa sekolah sudah menyiapkan Prokes dengan sebaik mungkin demi kenyamanan dalam belajar secara langsung.

Bagi murid yang sekolah secara tatap muka diarahkan untuk membuat surat pernyataan, tapi jika pihak sekolah dan murid ada yang menginginkan belajar secara daring itu juga dipersilahkan, tidak ada paksaan.

"Intinya menjaga kesehatan itu utama, kemudian juga jangan sampai siswa tidak mendapatkan pelajaran, tapi untuk yang sakit tidak diizinkan masuk sekolah," ujarnya.

Lanjut dia, bahwa dalam proses belajar secara langsung guru aktif mengawasi siswa mulai dari mulai belajar hingga pulang sekolah.

"Tentunya kita mengacu pada SKB 4 menteri. Untuk jumlah siswa juga maksimal hanya 18 orang di dalam kelas," ujarnya.

Baca juga: Melihat Aktivitas Mantan Bupati OKU Timur Kholid, Aktif Berdakwah Hingga Menjadi Imam

Selain itu, sebagai upaya dalam proses belajar mengajar dan menjaga kesehatan, pihaknya juga bekerja sama dengan puskesmas setempat.

Sehingga, jika ada yang terwabah maka saat itu juga pembelajaran dihentikan dan dilakukan perawatan.

"Alhamdulilah sampai saat ini tidak ada siswa dan guru yang terpapar. Guru - guru juga ketika sedang tidak fit silahkan mengisolasi diri," tutup dia.

Penulis: Edo Pramadi
Editor: Yohanes Tri Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved