Breaking News:

Berita Palembang

Gubernur Herman Deru Bolehkan Warga Sumsel Mudik, Asalkan Penuhi Syarat Berikut Ini

Pesannya jangan abaikan Prokes, tetap harus menerapkan Prokes. Nanti kalau diperlukan satgas akan saya instruksikan untuk tetap melakukan rapid test.

Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Gubernur Sumsel Herman Deru membolehkan warga untuk mudik asalkan memenuhi sejumlah persyaratan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengizinkan warganya untuk mudik Lebaran tahun ini. Namun dengan catatan harus tata protokol kesehatan (Prokes) dan tidak membawa Covid-19.

"Yang mau mudik lajula silaturahmi. Lalu yang banyak dulur atau sanak keluarga, yang mau bawa oleh-oleh bawa lah sebanyak-banyaknya. Tapi kalau bisa jangan bawa Covid-19," kata Herman Deru saat diwawancarai khusus Tribun Sumsel beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa kebetulan ia memang menginginkan bahwa mudik itu diperbolehkan. Eh ternyata kebetulan juga selaras dengan beberapa statemen Pemerintah Pusat seperti Kementerian Perhubungan RI.

"Kenapa saya bilang mudik tetap terlaksana di Sumsel ini, yang mau pulang ke Sumsel mongo. Tapi dengan syarat harus tata dengan protokol kesehatan (Prokes)," katanya.

Ia berharap saat mudik itu akan terjadi perputaran keuangan, yang tadinya mandek dikota menjadi tersebar di desa juga. Karena Sumsel ini luas, ada 3500 desa di Sumsel.

Banyak putra daerah yang merantau, yang punya kemampuan dan mau bersedekah, bahkan mungkin ada yang mau membuat aktivitas di kampung halamannya selama mudik. Tentu itu akan menguntungkan dalam aspek perekonomian.

"Tapi pesannya jangan abaikan Prokes, tetap harus menerapkan Prokes. Nanti kalau diperlukan satgas akan saya instruksikan untuk tetap melakukan rapid test, di setiap tempat-tempat atau gerbang masuk seperti di Pelabuhan, Bandara, pintu tol dan lain-lain. Supaya kalau ada yang positif bisa segera diisolasi," katanya.

Baca juga: Pembuatan SKCK di Polrestabes Palembang Meningkat 100 Persen, Persiapan Pendaftaran Polri dan CPNS

Baca juga: Perbaikan Jembatan Ambruk di Lubuk Rukam Ogan Ilir Dikebut, Dinas PUPR Optimis 1 Minggu Selesai

Menurut Deru, sampai saat ini kondisi untuk zona yang paling tinggi hanya orange dan itu tinggal beberapa daerah saja. Lainnya sudah kuning, artinya masih terkendali.

Apalagi dilihat dari indikator ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, masih banyak dan belum ada lonjakan. Bahkan justru tempat-tempat yang disediakan untuk Covid-19 itu ada yang tidak ada pasien Covid-19 nya.

"Ketatnya masyarakat terhadap profkes relatif, jadi yang takut dengan Prokes ini masih ada takutnya karena ada petugas satgas razia. Namun yang kita harapkan itu, patuh Prokes atas kesadaran diri untuk menjaga kesehatan dirinya dan orang lain. Sebenarnya itu golas yang kita harapkan," katanya.

Begitu juga yang sudah vaksin, meskipun sudah vaksin harus tetap menerapkan Prokes. Maka ia sampaikan, jangan abai terdapat Prokes seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak. Prokes ini tetap harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sepanjang masyarakat menjalankan Prokes selama perjalanan mudik hingga berada di kampung halaman, hal tersebut tidak akan berakibat buruk selama masa pandemi ini.

Ikuti Kami di Google Klik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved