Breaking News:

Berita Ogan Komering Ilir

Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Sumsel, Angka Kemiskinan di OKI Turun Signifikan

Dibalik angka kemiskinan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memang masih menempati urutan ke-4 di Sumatera Selatan (berdasarkan data Badan Pusat

Penulis: Winando Davinchi | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com
Bupati OKI, Iskandar SE 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Dibalik angka kemiskinan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memang masih menempati urutan ke-4 di Sumatera Selatan (berdasarkan data Badan Pusat Statistik).

Namun laju pertumbuhan ekonomi kabupaten OKI di tengah hantaman pandemi, berhasil mengalami pertumbuhan sebesar 0,24 persen.

Tak hanya itu saja, kabupaten OKI juga tercatat menyumbang untuk pertumbuhan ekonomi (source of growth) Provinsi Sumatera Selatan tahun 2020 sebesar 0,02 persen.

Angka tersebut terbilang relatif tinggi dibanding sumbangsih dari kabupaten kota lainnya di Sumsel, terlebih di tengah pandemi yang masih terus menggerus perekonomian.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI, Yudhistira mengungkapkan justru kontribusi kabupaten atau kota lain terhadap pertumbuhan ekonomi sumsel tidak sampai 0,02 persen bahkan beberapa justru negatif.

"Perekonomian di OKI masih tangguh karena ditopang sektor pertaniannya. Kita bisa lihat produktifitas petani justru meningkat sangat signifikan, bahkan hasil padinya tertinggi ke 2 di sumsel di masa pandemi ini," terangnya saat ditemui, Senin (15/3/2021).

Yudhis menambahkan, walaupun kabupaten OKI bukan daerah penghasil migas, namun perekonomiannya memberikan kontribusi nomor empat terbesar di Sumsel.

"Kontribusi OKI terhadap Sumsel berada di urutan keempat setelah daerah-daerah penghasil atau pengolah migas yaitu Palembang, Musi Banyuasin, dan Muara Enim,"

"Dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yg mencapai lebih dari Rp. 29 Trilyun," ungkap Yudhis.

Selanjutnya, angka kemiskinan penduduk kabupaten OKI mengalami penurunan yang signifikan setiap tahunnya. 

"Rinciannya yaitu pada tahun 2017 persentase penduduk miskin di OKI 15,75 persen. Di tahun 2020 mengalami penurunan hingga 3,72 ribu jiwa atau menjadi 14,73 persen," bebernya.

Yudhis juga menyatakan, penurunan kemiskinan OKI pada tahun 2020 merupakan penurunan tertinggi ke 2 di sumsel. Dari sebesar 15,01 persen di tahun 2019 menjadi 14,73 persen di 2020.

"Bisa dilihat, dalam tiga tahun terakhir ada penurunan persentase lebih dari 1 digit. Artinya pemerintah daerah terus berprogress, berbagai program dan intervensi dari pemerintah daerah terhadap penanggulangan kemiskinan cukup berhasil," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved