Sikap Jokowi Terhadap Gejolak Partai Demokrat Disebut Sudah Benar, Mardani Ali Sera Memaksa Ditindak
Sikap Jokowi Terhadap Gejolak Partai Demokrat Disebut Sudah Benar, Mardani Ali Sera Memaksa Ditindak
"Enggak usah, kalau mengeluarkan pendapat malah jadi runyam," tegasnya.
Baca juga: AHY Angkat Bicara Usai Dituduh Meminta Uang Setoran dari DPD dan DPC ke DPP Partai Demokrat
Baca juga: DPC Partai Demokrat Palembang Angkat Bicara Usai Harnojoyo Disebut Dukung KLB Sibolangit
Baca juga: Daftar 11 Ketua DPD dan DPC Partai Demokrat yang Dipecat Oleh AHY Karena Dukung Moeldoko di KLB
PKS Sebut Langkah Jokowi Ditunggu Publik
Diberitakan sebelumnya, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera ikut memberi tanggapan terkait gejolak di Partai Demokrat.
Ia menyebut, langkap yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini ditunggu masyarakat.
Hal itu berkaitan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).
Menurut Mardani, aksi Moeldoko dikhawatirkan akan disebut telah disetujui oleh Jokowi.
Sehingga, langkah presiden terkait gejolak di Partai Demokrat ini sangat dinantikan.
"Aksi Pak Moeldoko sangat khawatir ditafsirkan diketahui dan disetujui oleh Pak Jokowi."
"Karena beliau (Moeldoko) aktif sebagai Kepala Staf Kepresidenan," ujarnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Senin (8/3/2021).
"Karena itu gonjang-ganjing Demokrat sebetulnya sangat-sangat buruk bagi Pak Jokowi," ungkap dia.
Dirinya berujar, Jokowi yang belum buka suara terkait aksi Moeldoko itu bisa diartikan setuju.
Sehingga, menurut Mardani, masyarakat sangat menunggu langkah dari orang nomor satu di Indonesia tersebut.
"Publik sekarang menunggu langkah Pak Jokowi."
"Diamnya Pak Jokowi bermakna setuju dengan aksi Pak Moeldoko."
"Karena itu Pak Jokowi ditunggu aksinya segera," kata Mardani.
(Tribunnews.com/Nuryanti)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengamat Sebut Jokowi Tak Perlu Buka Suara soal Gejolak Demokrat: Sudah Benar Diam Saja.