Breaking News:

Berita OKU Selatan

Mengenal Beda Logat 2 Suku Besemah di OKU Selatan, Kisam dan Semende, Ini Asal Muasalnya

Banyak orang-orang dari luar daerah menganggap antara Suku Kisam dan Semende merupakan suku yang sama.

SRIPO/ALAN
Pertigaan Desa Simpang Campang Kecamatan Kisam Ilir, ke kiri kearah Kemu Kecamatan Pulau Beringin sedangkan ke kanan ke arah Kisam Raya. Foto diambil Jumat (26/2/2021). Suku Kisam dan Semende di OKU Selatan kadang dianggap suku yang sama karena bahasanya mirip. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Suku Besemah yakni Suku Kisam dan Suku Semende merupakan dua dari enam suku berjumlah besar yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) yang telah hidup rukun secara berdampingan dalam waktu cukup lama.

Adapun enam suku atau etnis yang besar di OKU Selatan terdiri dari Suku Daya, Suku Ranau, Suku Kisam, Suku Semende, Suku Haji dan Suku Ogan.

Keenam suku ini diikuti oleh Suku Jawa, Suku Padang dan suku-suku lainnya.

Kendati demikian, banyak orang-orang dari luar daerah menganggap antara Suku Kisam dan Semende merupakan suku yang sama. Hal itu dikarenakan kemiripan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh kedua suku/ etnis ini.

Kendati demikian, konon diceritakan oleh nenek moyang atau leluhur kedua suku ini adalah dua orang suami istri. Istri (perempuan) tak lain adalah nenek moyang dari suku Semende sementara sang Suami (laki-laki) menjadi nenek moyang atau leluhur dari Suku Kisam.

Baca juga: Baku Tembak Buronan dan Polisi di Banyuasin, 2 Warga Tertembak Senjata Tersangka, Hasil Labfor Polda

Baca juga: Johan Anuar Dilantik Jadi Wakil Bupati OKU Oleh Gubernur Sumsel, Dilantik Sendirian

Hal itu diperlihatkan dalam penyampaian bahasa atau logat yang digunakan sehari-hari dari kedua suku ini.

Bahasa Suku Kisam lebih tegas atau dianggap lebih kasar sementara logat bahasa Suku Semende lebih halus.

Logat yang menjadi perbedaan serta ciri khas kedua suku ini dikarenakan sosok leluhur atau nenek moyang dari Suku Semende seorang perempuan atau disebut (Betine) sementara suku Kisam memiliki logat tegas dikarenakan sosok nenek moyang dari pria disebut (Lanang).

Selain Logat, ada beberapa bahasa yang digunakan oleh Suku Semende maupun Suku Kisam yang tidak digunakan oleh satu sama lainnya. Namun kedua suku saling mengerti bahasa keduanya.

Seperti halnya perbedaan bahasa dari Suku Besemah kata 'Endiw' = Wah yang diartikan sebagai kata bentuk kekaguman, heran, terkejut dan kecewa.

Namun dari Suku Kisam, kata 'Endiw' memiliki arti sebagai menakut-nakuti orang lain.
Sedangkan untuk tutur bahasa yang menunjukan sebagai kata bentuk kekaguman, heran, terkejut dan kecewa menggunakan kata 'Enduk'.

Ikuti Kami di Google Klik

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved