Breaking News:

Berita Palembang

Bayar PBB Dapat Stiker Tanda Lunas Pajak, Bapenda Sumsel Tegaskan Tak Ada Ekstra Biaya

Besaran pembayaran sesuai yang tercetak di SKPD disana, tidak ada tercantum biaya stiker.

TRIBUN SUMSEL/LINDA TRISNAWATI
Kendaraan dengan plat nomor Palembang yang sudah lunas membayar pajak kendaraan bermotor dipasang stiker, Jumat (26/2/2021). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mulai hari ini, Jumat (26/2/2021) wajib pajak yang telah membayar pajak kendaraannya akan mendapatkan stiker tanda lunas pembayaran pajak. Stiker ini ditempelkan pada plat kendaraan.

Adanya stiker tersebut menuai komentar dari beberapa masyarakat seperti yang ada di Instagram Tribun Sumsel akun Instagram dengan nama @bundanya_tama_rey yang mengatakan barusan bayar hari ini, sesuai bayaran motor beat aku beda sama tahun kemarin. Retinyo untuk buat stiker.

Lalu ada juga komen dari @edwinariefiansyah yang mengatakan, dulu tahun 90 an sudah berlaku sticker lunas pajak ini, tapi dihilangkan. Jadi bukan sesuatu yang baru, ujung-ujungnya pajak nambah buat payar sticker.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bapenda Sumsel Neng Muhaibah melalui Kabid Pajak Provinsi Sumsel Emi Surahwahyuni mengatakan, dengan ditempel stiker tidak ada biaya tambahan.

"Besaran pembayaran sesuai yang tercetak di SKPD disana, tidak ada tercantum biaya stiker," kata Emi saat dikonfirmasi Tribun Sumsel, Jumat (26/2/2021).

Sementara itu terkait pada tahun 90 an pernah ada stiker. Menurutnya, dulu tahun 90 an ada itu namanya peneng terbuat dari bahan plat tidak ada info yang didapat. Hanya tertera tahun pembayaran.

"Kalau yang sekarang ada QR Code dan dapat dibaca melalui smartphone. Disitu tertera seperti berisikan informasi nomor plat kendaraan, tanggal jatuh tempo, lokasi pembayaran dan lain-lain," katanya.

Lalu untuk bisa mendapatkan stiker tersebut ketika wajib pajak telah membayar kewajibannya. Jadi kalau orang tidak bayar, walau dia ditempel stiker tidak ada info didalam stiker itu.

Sementara itu Emi menambahkan, sektor kendaraan bermotor masih menjadi tumpuan Pemprov Sumsel untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini.

Untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pihaknya menargetkan dapat memperoleh pendapatan hingga Rp958 miliar. Untuk Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) mencapai Rp 926 miliar.

Halaman
1234
Penulis: Linda Trisnawati
Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved