Breaking News:

79 Narapidana Tewas Saat Kerusuhan di Penjara, Dipicu Rebutan Kekuasaan Pimpinan Geng

Kerusuhan di penjara mengakibatkan nyaris 100 nyawa melayang. Kerusuhan itu dipicu oleh perebutan kekuasaan oleh sejumlah geng di dalam penjara

Serambi Indonesia
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kerusuhan di penjara mengakibatkan nyaris 100 nyawa melayang.

Kerusuhan itu dipicu oleh perebutan kekuasaan oleh sejumlah geng di dalam penjara.

Diwartakan, jumlah korban tewas dari kerusuhan di empat penjara Ekuador pada Rabu bertambah menjadi 79.

Selain itu ada 18 tahanan yang ditemukan dipotong-potong di satu tempat.

Peristiwa ini salah satu wabah kekerasan penjara paling berdarah dalam sejarah negara itu.

Tetapi bahkan ketika pihak berwenang mengatakan mereka telah mendapatkan kembali kendali setelah kerusuhan awal, kepala polisi nasional Ekuador menulis di Twitter pada Rabu malam bahwa pemberontakan baru di penjara Guayaquil sedang berlangsung.

Polisi dan pasukan ditempatkan di pusat-pusat penahanan di kota Guayaquil, Cuenca dan Latacunga, di mana geng-geng pada Selasa bertempur satu sama lain dengan senjata buatan tangan dalam apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai pecahnya kekerasan terkoordinasi.

Geng-geng tersebut memulai pertempuran memperebutkan kepemimpinan dalam sistem penjara pada bulan Desember ketika seorang pemimpin Los Choneros, yang dianggap sebagai geng paling kuat di sistem, terbunuh di sebuah pusat perbelanjaan beberapa bulan setelah dibebaskan.

Beberapa konfrontasi hari Selasa terjadi di area keamanan maksimum di penjara Guayaquil dan Cuenca.

Otoritas penjara SNAI mengatakan semua yang tewas dalam kerusuhan itu adalah tahanan, dengan laporan pertama menyebutkan 50 orang tewas, sebelum meningkat menjadi 62 dan 79 dalam laporan terbaru. Selusin narapidana dan polisi lainnya terluka, menurut data resmi.

"Berkat tindakan yang dilakukan antara lembaga ini dan Polri, situasinya terkendali," pihak berwenang menambahkan dalam sebuah pernyataan.

Namun dalam pesan Twitter Rabu malam yang mengatakan bahwa pemberontakan baru di penjara Guayaquil sedang berlangsung, kepala polisi nasional Ekuador mengatakan polisi sedang bersiap untuk masuk lagi "dengan kekuatan rasional yang diperlukan."

SNAI mengonfirmasi kerusuhan baru di Twitter dan mengatakan agennya sedang berkoordinasi dengan polisi nasional Ekuador, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Kantor kejaksaan Ekuador memulai penyelidikan atas kerusuhan tersebut, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan telah menemukan 18 mayat yang terpotong-potong di salah satu penjara. Kerabat narapidana tetap berada di luar penjara pada hari Rabu berharap mendapatkan informasi tentang orang yang mereka cintai.

Artikel tayang di Kontan

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved